disuduthari header

Pesan Inti Blog - Mendengarkan Sisi Runtuh & Utuh

4 komentar
pesan inti blog



"Apa pesan inti blog ini sebenarnya? Pesan inti blog disuduthari memangnya apa?"

Dahulu, pesan sesakral itu. Merpati membawa pesan dari kejauhan. Seseorang membacanya dengan suara pelan, ia mendengarkan suaranya sendiri dengan segenap hati.

Ia mendengarkan dengan sengaja, bukan mendengar di kafetaria. Mendengar itu hanya 'sekadar', sementara 
mendengarkan ialah hadir seutuhnya mencoba memahami pesan yang ingin disampaikan pengirim pesan. Dalam hal ini, oleh seorang yang panggilannya cukup seksi, ya, "Bloger". Terkhusus, bloger perempuan.

kelemahan laki laki kelemahan perempuan

Perempuan dan Kelemahannya

Jika kau ingin menyenangkan perempuan, tanyalah ia, dengarkanlah ia. Jika kau ingin menyenangkan laki-laki, bersoleklah di depannya, bermanja-manjalah bak perempuan belia di sampingnya.

Walau kadang, aku mual sendiri, bagaimana hal alamiah ini mempengaruhi kestabilan hubungan. Hubungan yang bagaimana? Semua! Hubungan dengan diri, hubungan dengan pasangan, dan hubungan dengan dunia luar.

Isu relationship  tak bisa terlepas dari pandangan mata khas wanita. Kalau kata dr. Aisyah Dahlan (praktisi neuroparenting skill
"Perempuan memang mengutamakan stabilitas, rasa aman, dan kenyamanan dalam sebuah hubungan."

Hal inilah yang tak kusangka ada di alam bawah sadarku sejak lama. Tercermin dari isi kepalaku sehari-hari, juga keresahan tiada henti, tak lain dan tak bukan adalah isu hubungan.

Rasa-rasanya tubuh ini memanas bila berhadapan dengan kecemburuan. Memang adanya, lidah ini tajam bila perasaan sedang diremas-remas tak karuan.

pepatah china tentang perempuan
Bila perasaan tersakiti, perempuan menjadi pintar, artinya ia dipaksa berpikir, mode survival dengan ketegangan tinggi "on".
Artinya bagaimana? Artinya, pintar bukan berarti beruntung, karena seringkali kebahagiaan (keberuntungan) datang dari kesederhanaan (kebodohan).

Kau tahu? 
Tak ada yang lebih berbahaya dari kepintaran wanita! — disuduthari

disuduthari : Ruang Perempuan Memproses Apa yang Terjadi 

Tulisan pertama yang kupunya ialah sajak-sajak ala-ala, yang bahkan saat itu aku belum tahu tulisan itu apa bentuknya. Belakangan, aku baru terpapar, ternyata yang kutulis lebih ke senandika.

Begitulah kata demi kata "aku" dan "kamu" dalam sebuah dunia umumnya berlatar romansa. Diimbangi puisi, aksi curhat terselubung manusia. Selanjutnya cerita bebas dan transparan, tentunya.

Eh tapi.....
blogspedia writing challenge
Sadar betul hidup ini bukan soal perasaan saja, tapi soal memahami makna dan mengolahnya, makanya aku banyak belajar. Lalu, ternyata pelajaran yang kuambil bukan soal bagaimana menata hati semata, tapi juga psikologi, literasi (digital), pengembangan diri, dan media.

Itulah sedikit alasan, mengapa aku ada di sini sekarang. Belajar soal blogging di Blogspedia Coaching, hari ini menjelma komunitas blog, the Cupuers Blogspedia Group.

Hiatus, dan Kata-kata yang Menembus Kedalaman

Bukan dua atau tiga bulan, aku hilang di dunia blog, tapi bisa dikatakan tahunan. Ada masa di mana aku serasa buta. Keluar dari lingkaran blogger profesional dan jauh dari para mentor blogging membuatku semakin tersesat, hingga akhirnya ruang belajar menyelamatkanku.

Belum lama ini, temanku memperkenalkan sebuah platform baru yang unik. Aku mempelajarinya dari hulu sampai hilir. Sistem kerjanya bagaimana, cara main yang asyik bagaimana, hingga monetisasinya bagaimana.
Lalu, kushare pada sebuah kelas online, hampir sepekan persiapannya & semalaman penuh kubuat dua eBook pertamaku merangkum intisari dari platform merah itu.
Apa itu mova
Dahulu, bagian monetisasi masih kaku kumasuki, tapi semakin ke sini semakin sadar kita tak boleh kaku atau tabu, karena sisi materi penting untuk menunjang segala rencana mewujudkan kehidupan ideal.

Kau tahu? Untuk sekadar hidup, mayoritas perempuan itu sudah dijamin aman, lo. Dulu saat jadi anak, dibiayai orang tua, saat sudah dewasa, suami yang mengambil alih tanggung jawab itu. Saat keduanya tak bisa, oleh sanak saudara, bahkan negara bisa menjadi walinya.

Namun, ada sebuah statement yang menamparkanku diam-diam. Katanya,
"Bagaimana bila suami meninggal duluan?"
Aku terbata, mengela napas sedikit panjang lalu bersigap, perasaan berkata,
"Iiiii iiii jangan bilang gitu dooong, aku jadi sedih".
Sementara logika menjawab,
"Itu benar, bukan hanya meninggal, tapi bagaimana bila meninggalkan? Bila aku jadi sendirian? Sudah bisa hidup dan menghidupi?"

Sebuah pertanyaan yang lebih dari eksistensi tapi soal daya dan rasa syukur atas bekal akal dan nurani yang dititipkan Tuhan. Bila tidak dimanfaatkan dengan baik, dan hidup bak meminta belas kasih, sungguh kehinaan bila tak pernah mengusahakan sendiri.

Makanya, biar tak jatuh ke jurang lagi, saat aku mempelajari platform tadi, aku selalu berdekatan–berkomunikasi intens dengan mentorku. Dari sana lah jalan semakin terbuka.
Dengan memasuki ruang gerak baru ini pula, aku semakin diingatkan dengan rumah mayaku nan jauh di sana.
Sewaan tiap tahun berjalan, tapi terbengkalai seperti tak bertuan. Mulai kusadari di mana letak salahnya aku di dunia blog,

"Mengapa tidak berjalan?"


Wajah baru blog disuduthari

Salam berseri, selamat datang kembali, disuduthari ^^ 

Speak up soal sesuatu, speak up soal apa yang mengganggu, pembicaraan di blog ini didominasi pesan personal untuk kestabilan diri. Sebab, di dalam diri manusia ada yang namanya pemikiran, perasaan, dan keinginan, menyentuh tiga poin inilah blog disuduthari hadir. Dengan tagline,
"Tiap rasa berhak ada, tiap orang berhak bahagia"

Goal utamanya adalah tenang, ceria, dan bahagia, wahai manusia. Hidup memang memberikan banyak tantangan, baik untuk akal, fisik, jiwa, dan nurani, lalu proses menstabilkan diri ini bisa dimulai dari sebuah tulisan yang mewakili.

Jujur, banyak tulisan blog disuduthari yang hadir dari momen-momen terendah maupun tertinggi dalam hidup. Entah ulang tahun, entah sedang tertegun, atau sedang melamun.

Laporan GSC dan GA4 menyebutkan bahwa, kebanyakan orang mengklik blog disuduthari untuk mencari inspirasi puisi atau hal-hal terkait literasi dan pengembangan diri. Berikut sejumlah komentar di saat aku hiatus.
komentar blog disuduthari

Perempuan dan Kekuatannya

Hm, menuliskan pemikiran, perasaan, dan keinginan sebetulnya sehari-hari tak pernah terlewat. Memo di handphone ku adalah saksinya. Namun, PR nya ialah, bila ingin dipost dalam blog, maka kerapiannya perlu dijaga. Tidakkah SEO penting? 

Namun, sepertinya aku harus lebih mentolerir caraku menulis dan mempublish di platform blogspot ini, agar isinya kembali sehat. Jauh dari lingkaran orang-orang yang masih konsisten belajar soal blog dan website, membuatku tertatih lagi soal teknis optimasi mesin pencari.

Wait....
Emoticon lucu pilaihan emosi
Mmmm, mungkin blog ini tidak akan terlalu kuat secara teknis optimasi mesin pencari, tapi kekuatannya ada pada refleksi, kejujuran, dan kehangatan. Lebih banyak didistribusikan manual, langsung pada yang bersangkutan.

Pesan Inti Blog disuduthari : Menyuarakan Isu Relationship

Menjawab pertanyaan,

"Apa suara yang ingin didengar? Apa Pesan Inti (Core Message) Blogmu?"

kestabilan perempuan adalah
Dengan segenap hati, kujawab,
"Aku ingin orang-orang mendengarkan peperangan batin khas perempuan, catatan belajarnya, juga keinginannya memeluk satu sama lain. Lalu percaya, bahwa rumah aman untuk jujur dalam perasaan apapun yang menyelemuti itu ada, dan ruang bertumbuh baru setelah tumpah-ruah pun ada."

Lebih lanjut,

Sebab hidup bukanlah tentang manusia yang tak pernah terluka, tapi mereka yang penuh luka tapi punya semangat untuk kembali menata, diawali dengan menstabilkan dirinya lewat membaca secarik tulisan disuduthari."


Atau kalau secara meta blog, 
"disuduthari.com ialah ruang ekspresi, kamu akan bertemu dengan sajak, puisi, senandika, artikel, quotes, dan ulasan. Semuanya disajikan dengan sentuhan rasa."
Kau tahu? Dalam hidup ini, aku itu paling gak bisa lihat orang galau. Apalagi kalau dia adalah perempuan. Perempuan yang galau, menangis tiap malam, dan tak tahu ke mana arah tujuan, tak ada yang mengerti, tak ada yang memahami, tak ada teman di sisi, adalah perpaduan mematikan yang berbahaya untuk keselamatan (rentan menyimpang).
Mengapa aku bisa tahu? Karena aku alumni dari situasi itu.

Di samping itu, siapa yang tidak tergugah dengan yang namanya belajar bareng? Makanya, selalu sedari dulu, sejak zaman sekolah, pengajian, bahkan kuliah, perkumpulan aku isinya orang-orang yang haus ilmu.

Hiatus ngeblog kemarin, aku lebih banyak mengisi hari-hari dengan belajar, mengetahui, memahami, dan mempraktikkan lewat komunitas perempuan yang kubentuk bersama seorang teman, kami beri nama AKUSARA Community.
AKUSARA Community
Supaya kita bukan jadi pemain tambahan dalam hidup, tapi pemain utama yang jangan sampai redup.

So, bila founder Narasi, Najwa Shihab, resmi menyuarakan isu publik, maka aku dengan blog disuduthari.com turut menyuarakan isu relationship.

Hey! Untuk ke sekian kalinya, Blogspedia rumah belajarku! Hari ini kita menilik soal core message blog, besok-besok mari kita bicara soal niche, audience, dan next karya.
Core Message Blog
Sebelum ke sana, boleh tahu pesan inti dari blogmu? Tulis di kolom komentar, yaaa. Sssstttt, bersiap kubaca satu-satu!

Salam berseri, sampai jumpa disuduthari~

#TheCupuersIsBack
#RamadanSoulJourney
#BloggingAsIbadah

disuduthari
📝 menulis hal-hal berbau romansa, psikologi, & pengembangan diri

Related Posts

4 komentar

  1. Cakep banget tulisannya. Aku suka cara mbak Maria meramu kata-katanya. Makin matang.. moga setelah ini blognya makin 'kaya' dengan tulisan-tulisan indahnya yaaa.. semangaaaat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak Coach Marita, adem sekali mendengar ini. Tentu setingkat lebih 'kaya' karena event nulis #TheCupuersIsBack ini ♡

      Hapus
  2. Mantap... mbak Maria, tulisannya mengalir dengan pilihan diksi yang indah. Semoga tetap konsisten dengan tulisan-tulisannya ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak, Kak Arief. Subhaanallah sudah jadi bagian dari tim coaching di Blogspedia ☆
      Ikut bangga, mohon binaannya (dari orang lama jiwa newbie ini) 🙏

      Hapus

Posting Komentar