disuduthari header

3 Alasan Mencengangkan Mengapa Seseorang Berubah

Posting Komentar

Hai hai rehay ...

Sebelumnya, pernah gak sih ngerasa ada hal yang berubah dari sikap seseorang? Ya, sampai kita ngerasa risih gitu ...

Kalo pernah atau mungkin lagi ngerasain hal ini, yuk intip 3 alasan mengapa seseorang berubah!

Ngomong-ngomong, 3 alasan ini diadopsi dari orang bijak dan yang pasti penulis setuju sama alasan ini.

Tanpa berlama-lama, berikut alasannya.

1. Pikiran terbuka
Hayo ... ngerti belum tuh? Gini, dalam hubungan, entah itu pertemanan, persahabatan, bahkan (ehem) percintaan, tentu saat kita tengah menjalaninya serasa mabuk kepayang kan? Apalagi si dia udah berhasil bikin kamu nyaman. Nah, banyak kasus yang mengatakan, disaat seperti itu kita seperti dibutakan rasa, tertutup deh pemikiran kita dan ngerasa hanya dia satu-satunya yang ada. Bahkan, gak jarang yang mengatakan "dunia hanya milik kita berdua ..." waduh yang lain ngontrak dong wkwk.

Lalu, saat waktu semakin berjalan dan rasa yang menggebu perlahan memudar, maka menyusuplah kesadaran. "Eh ternyata masih banyak hal yang perlu diperjuangkan! Eh padahal masih banyak orang yang perlu dikenal". Di titik itulah seseorang atau mungkin kamu sendiri berubah. Berubah dalam arti tak terlalu fokus pada satu, melainkan berjuang untuk meraih keberhasilan di setiap lini kehidupan.

2. Hati terluka
Uuuuuuuu .... saat mendengar alasan kedua, kok jleb banget ya  ?! Hihi ... Untuk alasan yang satu ini, sepertinya kita langsung paham. Yap, karena berhubungan dengan hati dan perasaan, alasan ini dikatakan masuk akal oleh banyak orang.

Hati terluka tentu berkaitan dengan kecewa, sementara kekecewaan sangat berimbas pada setiap hubungan, baik pada saat itu maupun kedepannya.

Karena permasalahan tak dapat dihindari dan hati (perasaan) tak dapat berhenti berfungsi, maka berubah atau tidaknya  seseorang tergantung bagaimana caranya menyikapi setiap masalah yang melibatkan  emosi. Intinya, kedewasaan seseorang diuji dan dapat dikenali di sini.

3. Kedok terbuka
Alasan yang terakhir ini, sangat dalam... Kadang untuk orang yang sensitif, bisa saja sakit hati. Oleh karena itu, hanya orang yang berpikiran luas yang dapat menerima ini.

Kedok, kedok di sini tentu saja kepribadian kita. Sadar atau tidak sadar, di awal-awal menjalin hubungan dengan seseorang, kita seakan menutupi sikap asli kita. Ya, orang mengatakan "jaim (jaga image )".

Namun tak bisa dipungkiri, cepat atau lambat, kita akan saling diperkenalkan kembali oleh waktu. 

Saat waktu itu tiba, kedok yang langsung atau tidak langsung dipakai seseorang akhirnya menjadi bom yang bisa meledak kapan saja!!! 

Kemudian, jika hubungan kamu tidak dibumbui rasa menerima atau rasa mengalah, maka tak perlu dipertanyakan lagi, dari situlah awal mula perubahan dimulai.

Baiklah, itulah tadi  3 alasan mencengangkan mengapa seseorang berubah. Dalam kasusmu, adakah satu alasan yang sama? Jika tidak, boleh tinggalkan di kolom komentar ya...

Terimakasih sudah bersedia membaca.
Semoga ada manfaatnya.

Dan awas! Jangan menangis sendiri! lebih baik kita bertemu di sini. Di sudut hari.

Sampai jumpa ...

 
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar