disuduthari header

Bingung Melanda? Pantun Solusinya!

7 komentar

Assalaamu'laikum wr. wb.

Hai Odopers! ketemu lagi ni dengan seseorang yang masih terus belajar, khususnya di bidang literasi.

Mau sedikit cerita, teman-teman pernah nggak sih berada di titik buntu dimana binguuuung banget mau nulis apa? Mau nulis puisi suasananya lagi gak memungkinkan. Mau nulis tips lagi males baca. Mau bikin kata-kata unyu gitu, ngerasa gak tepat momentnya. Benar-benar kebuntuan yang dibuntukan oleh kita sendiri. Herrrr

Tapi, bukankah manusia memang dirancang hidup dengan segala permasalahan yang ada?  digojlok oleh terpaan badai ujian? oleh karena itu, kucoba bertahan dan menyingkap sisi cerah dari fenomena ini.

Yap, saat kebuntuan itu hadir, aku mulai berpikir apa yang bisa kulakukan dan  ciptakan? ayolah... apa??? dan "tring" muncullah ide untuk membuat pantun. 

Ekspektasi sih nyampe 40-an yaaa hasilnya, namun apalah daya karena sudah lama tak bergelut dengan ini rasa-rasanya otakku butuh pemanasan terlebih dahulu. Baiklah, tanpa berlama-lama inilah dia pantun dadakan sebagai upaya pemanasan.

Pantun ini cocok buat selipan saat kita menjadi pemandu acara atau bahasa kerennya "master of ceremony/MC". 

Enjoy...

Contoh Pantun untuk Sisipan Saat Menjadi MC


Makan ikan bersama ibu
Di teras depan ada tetangga
Perkenankan saya memandu
Di kesempatan yang berbahagia


Ali dan Agi bercanda selalu
Semut dan madu di pinggir bunga
Kembali lagi bersama aku
Si Imut Lucu nan bikin ceria

Rak sandal dibawa Mayang
Tiar dan Mayang go to Japan
Tak kenal maka tak sayang
Biar sayang ayo kenalan

Suara Dini menggelegar
Berkat asupan banyak makanan
Acara ini tak akan lancar
Tanpa bantuan rekan-rekan

Menghemat uang di hari ini
Makanlah lauk kurangi jajan
Selamat datang di tempat ini
Silakan duduk di kursi nyaman

Lada dipilih oleh bunda
Untuk dipakai menggoreng ayam
Tidak ada yang lebih berharga
Dari kehadiran teman-teman

Cenderawasih di atas buaya
Di pantai itu ada yang lari
Terimakasih atas perhatiannya
Sampai ketemu di lain hari


Nah, itulah beberapa pantun yang masih hangat keluar dari oven tak kasat mata yang tentunya modal bagi manusia mempertahankan eksistensinya.

Semoga, semoga, dan semoga temen-temen bisa nambahin lagi pantun dengan tema ini. Jujur saja, memang sudah jarang yang menyematkan pantun pada setiap obrolan.

Namun, yuk jadi pembeda! walau gak setiap saat berpantun ria, minimal di momen tertentu kita tetap menggunakannya.

***Selalu ada jalan keluar dibalik permasalahan, selalu ada harapan dibalik kegagalan.

Sampai jumpa...

Wassalaamu'alaikum wr. wb.


 
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

7 komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Istirahat dulu kak, jangan lupa ngopi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahahah waduh
      Makasih lo Kak...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Keren kakak pantunnya. Jadi suka pantun nih kakak karena kakak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaa terimakasih banyak Kak. Yakin, kakak bisa bikin lebih keren dari ini!

      Hapus

Posting Komentar