disuduthari header

Inilah Bocoran Visualisasi Pemirsa Disuduthari!

6 komentar


visualisasi pemirsa disuduthari
Kuberi bocoran visualiasi pemirsa disuduthari. Sebab, mengetahui dengan siapa kita berbincang tak kalah penting dari topik perbincangan itu sendir. Lebih jelasnya, kali ini aku mencoba untuk mencari tahu siapa pembaca blog disuduthari, dan bagaimana aku meresponnya.

Buat kamu yang juga masih meraba-raba tentang materi persona pembaca, yuk ikut menelaah 7 poin berikut ini! Poin-poin ini sebagai pertimbangan untuk memvisualisasikan pembaca (pengunjung), hingga menghasilkan sebuah panggilan untuk bercakap-cakap ke depannya. Hmm, Apakah ada avatar khususnya juga?


7 Pertimbangan Data dalam Memvisualisasikan Pembaca


Data-data yang terkumpul di antaranya dari:

1.      Postingan Terpopular

a.      Label

Pertama kali berkunjung di blog ini, di bagian paling bawah terdapat 5 postingan terpopular. Dari 5 postingan tersebut, dari hari ke hari secara stabil ada 2 atau 3 postingan dengan label media dan literasi.

Label ini memuat tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses menulis blog dan dunia kepenulisan secara umum. Nah, dari sini mulai terlihat, para pembaca yang budiman merupakan orang-orang yang juga sedang menyelami dunia blogging dan kepenulisan lainnya.

b.      Topik

Kebetulan topik-topik yang ada di papan atas, ialah tentang big why ngeblog. Sudah pasti postingan ini sebagai tugas dari kelas atau pelatihan yang kuikuti. 

Berarti, para pembaca masih bagian dari kelas yang kuikuti juga. Maka, adalah hal lumrah jika berdiam diri tanpa ikut challenge atau kelas, blog kayanya begitu hening minim notifikasi, hehe.


2.      Big Why Ngeblog Terbaru

a.      Meniti Ruang Karir

Ini kaitannya dengan mau manggil apa ke pembaca. Karena, meniti ruang karir di dalamnya terangkum langkah-langkah dalam proses aktualisasi diri dan kesuksesan. Tentu membahas ini, enaknya bersama partner.

Ya, partners (para partner) perjalanan meniti dan mengisi keseharian dengan hal-hal yang berbau pengembangan diri. Tak lupa pencapaian demi pencapaian senantiasa diupayakan.

b.      Mengekspresikan Diri

Poin ini paling aku banget. Sebab, yang paling mendarah daging dan melekat padaku, ya, memang ini.

Tergerak membuat kata-kata dengan sentuhan beragam rasa dalam beragam situasi menjadikanku lebih mawas diri. Mindfullness juga kalau kata orang.

Karena memang pengekspresian diri ini banyaknya berupa senandika, puisi, dan sajak tentu panggilan di dalamnya “kamu, kau, kita.”

But, jika yang diupload ialah kumpulan puisi-puisi dan lainnya ya, bisa juga disajikan dengan sapaan yang lebih umum dulu. Baru deh di tulisan sastranya tetap aku-kamu.
 

c.      Membagi Informasi

Untuk yang satu ini, mirip- mirip dengan poin pertama sebetulnya. Di bagian inti, kubahas deh enaknya manggil apa saat membagi informasi.


3.      Judul Blog

a.      Disuduthari

Disuduthari mengindikasikan sebuah tempat berkumpul, tempang bercengkerama, dll. Nah, karena tempat, aku berpikir manggilnya apakah warga aja gitu?

b.      Ruang Ekspresi

Ruang ekspresi ialah detail tempatnya dan dispesifikkan ruang ini (blog ini) sebagai wadah berekspresi.

Terbesit panggilan “Penikmat rasa, peniti rasa, penggubah rasa, dan… apa lagi ya… satu lagi, hm aku kasih tahu satu lagi di bawah aja, ya, hehe).


4.      Tagline Blog

a.      Setiap Rasa Berhak Ada

Kemarin orang-orang sempat salah fokus sama tagline ini. Aku tersentuh saat banyak yang memaknai dalam terkait kalimat di atas.

Btw, satu panggilan yang lewat tadi ialah “Penaksir rasa.”

b.      Setiap Orang Berhak Bahagia

Tuhan telah memberikan hak kebahagiaan pada setiap makhluknya bahkan 2 inti ajaran al qur’an ialah jangan takut dan jangan bersedih.

Mungkin kamu berpikir, kok ini bertolak belakang ya sama poin di atas, di mana setiap rasa punya hak divalidasi, diterima. Ya, kamu benar, dan yang satu ini juga benar bahwa bahagia tergenggam oleh siapun yang mensyukuri apa yang ia punya, termasuk rasa takut dan sedih itu tak lantas membuatnya jatuh terpuruk.

5.      Pengunjung Terbaru

a.      Blogwalking Blogspedia

Yaps, benar sekali, pengunjung paling terbaru ya teman-teman di blogspedia. Kusapa Mbak, Kakak, Bapak, Akang, Teteth, Uma, Ibu, atau namanya langsung.

b.      Diri Sendiri

Kemarin aku sempat terhentak sama apa yang disampaikan coach Marita bahwa ada cara untuk membuat kunjungan diri sendiri tidak terhitung. Hanya, cara tersebut belum 100% berhasil. Hum, jadinya aku pun tak jadi mempraktikkan cara itu, dan kunjunganku ke artikelu sendiri mungkin saja lebih banyak dari kunjungan orang lain ke artikelku.


Gambar Insight Instagram

6.      Insight Instagram dan Kontak WA

Aku paling sering melakukan komunikasi lewat 2 platform ini. Nah, kumanfaatkan fitur yang ada di IG. Menurutku, media sosial bisa jadi salah satu jendela untuk mengintip siapa saja yang kepoin kita.

a.      Domisili

Di sana tercantum negara Indonesia yang teratas, dan Jakarta. Kukira, akan Sukabumi, eh bukan gening, hehe.

b.      Rentang Usia

Rentang usia yang paling atas (paling banyak) ialah 18-24 tahun. Hm, ini beneran orang-orang di fase dewasa muda sebagaimana aku. Lantas problematika yang mengelili pun tak jauh beda rasanya.

c.      Jenis Kelamin

Perempuan ialah dominasi pengikutku baik di IG  maupun di WA, apakah akan berubah? Aku tidak tahu. Jadi ingat kasusnya Nadin Amizah, penyanyi ini tadinya range pengikutnya itu perempuan. Setelah lagu bertaut jadi banyak laki-laki yang follow dia.

Salah satu alasannya ialah penggunaan kata dalam lagu yang booming miliknya. Penggalan lagunya begini: “Bun, hidup berjalan seperti bajingan.” 

Ya, kata berawal B di sana, relate dengan gaya bahasa banyak laki-laki. Yang umumnya berterus terang, sarkas, bahkan diselipi humor. Sejauh ini, gaya bahasaku masihlah sweetness jika berkata-kata.


7.      Kata-kata Otomatis di Keseharian

a.      Pemirsa

Di keseharian, kalau narsisme sedang meradang. Aku banyak mengupload kegiatan random dengan sapaan “pemirsa.” Namun, takk jarang, kata-kata yang bermakna dan penuh pertimbangan pun menggunakan panggilan pemirsa. 

b.      Guys!

Ini saat lagi seru-seruan. Biasanya manggil “guys” atau kalau lagi keceplosan, hehe.

c.      Man-temans…

Ini saat nyapa di grup kelasan. Yap, sperti di grup blogspedia awalnya aku pasti manggil “teman-teman.”

 

Inilah Visualisasi Pemirsa Disuduthari!

Berdasarkan 7 poin di atas, pengunjung blog disuduthari ialah rekan seperjuangan di berbagai kelas, komunisa, dan challenge yang kuikuti. Ke depannya, aku tentu menyasar lebih luas lagi. Bahasa coachnya “pembaca organik/pengunjung organik.

So, walaupun di IG range usia pengikut 18-24, tetapi di dalam kelas dan komunitas kukira sangat beragam. Kebanyakan kakak kehidupan. Yaps, sudah di tahap dewasa dan dengan probelmatika yang semakin kompleks. Ini gambaran betapa generalnya pembaca blog disuduthari saat ini.

Ruang Karir 

 

Oh ya, melihat hasil ini aku jadi ingin sedikit bercakap bahwa:

"Panggilan khusus memang punya magnet tersendiri, tapi jangan salah, sebutan alamiah cerminkan jernihnya hati." -disuduthari.com 


Di titik ini, aku bisa saja membuat nama khusus lebih dari “Pemirsa.” Namun, saat alasannya belum sekuat namanya, kukira itu hanya mengada-ngada.

Maka, akan lebih bijak, kupakai kata otomatis (kata alamiah) yang terlontar di keseharianku aja, ya, Pemirsa!


Hasil Barusan, Akan Bertahan Sampai Kapan?

Tentu sampai blog ini memiliki ciri khas yang kuat, dan penting banget untuk “Pemirsa” diganti nama yang baru. Hehe, awalnya memang partner, sebagaimana dalam kolom pengikut blog ini.

Namun, sebagaimana tadi, hal alamiah penting dipertahankan karena ada baiknya. Bukankah segala hal akan kembali pada asal (unsur alamiahnya)? 
 

Oke, itulah bocoran visualisasi pemirsa blog disuduthari. Masih general dari beragam latar belakang, dan sapaan yang akan sering dimunculkan ke depan ialah “Pemirsa.” Salam~

Maria Ulfah
Maria Ulfah ialah seorang penulis media dengan sentuhan rasa. Disuduthari.com merupakan salah satu ruang ekspresinya. Kontributor buku "Mengeja Patah, Merangkai Hati" ini, mendedikasikan hidupnya untuk membangun diri yang utuh dan penuh agar mampu menciptakan bahagia.

Related Posts

6 komentar

  1. memilih nama sapaan emg bikin bingung yaa wkwkw saya juga hampir manggil travelers rasa.. mirip jg tagline kita 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya, kemiripan di beberapa bagian blog ada saja memang, hihi

      Hapus
  2. Wah sangat menarik sekali itu kak. Terperinci jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terperinci pertimbangannya ya, bukan pembacanya, huhu

      Hapus
  3. Unik pemilihan nama sapaannya, mba. Hee. Oke, salam kenal ya mba Ulfa.. ttd perwakilan dari pemirsa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaya gini nggak sih? Sapaan barusan tuh banyaknya digunakan dalam tulisan aja. Pas langsungnya auto panggilan pribadi lagi hehehe

      Hapus

Posting Komentar