disuduthari header

Kue Legendaris Indonesia

Posting Komentar

Kue Legendaris Indonesia

Sebagai orang Sunda yang memang aliran arah-arah pantai selatan, saat ada acara berlangsung tidak bisa dilepaskan dari yang namanya kue-kue atau hidangan-hidangan untuk para tamu dan semua yang hadir.


Bahkan ada beberapa kue legendaris Indonesia yang memang identik dengan orang-orang di keluarga kami, sampai jika suka kue a berarti mirip sosok a jika suka kue b berarti mirip sosok B.


Aku bakalan kenalin jenis kue ini dan mungkin di tempat kamu ini namanya berbeda tetapi untuk orang Sunda aliran sini disini namanya adalah kue-kue ini.


Pertama adalah kue ali. Seperti nama orang ya? kalau bahasa Indonesianya ali itu adalah cincin jadi kue ali adalah kue cincin


Kue ini tidak serta-merta berbentuk cincin yang kecil dan bisa dipakai juga seperti itu, tidak tidak tidak, ini bentuknya agak lebih kecil dari donat tapi juga lebih besar dari cincin yang kita pakai sebagai aksesoris.


Bahan dasarnya tentu dari (mohon maaf ya kalau misalkan ada yang salah karena aku pribadi bukan tipikal yang memang suka atau bisa banget bikin itu, tapi yang aku ingat dan aku lihat dari orang-orang yang sudah membuatnya bahan-bahannya gini):


Tepung beras ditambah gula merah terus ditambah lagi bahan tertentu yang memang menjadikan teksturnya sesuai.


Tentu saja manis kaya senyum kamu hehehe... pokoknya yang suka ini memang suka yang manis-manis dan ala-ala cemilan-cemilan gula lainnya.


Teksturnya yang paling aku suka dari kue ali ini adalah yang memang enggak terlalu kering ya, luarnya nggak terlalu banget kering dalamnya juga enggak terlalu kering, tapi luarnya itu kayak matang sempurna bukan item.


Terus dalamnya itu nggak pada mengelupas mengelupas atau tercecer tapi lebih kepada bagian dalamnya terbungkus sempurna oleh lapisan luarnya sehingga ketika dipotong ketika digigit itu menempel sempurna juga enggak terlalu keras.


Aku paling suka kayak kulitnya itu loh yang Bahkan mengelupasnya bukan pecah-pecah tapi memang saking matang sempurna.


Yang kedua ada yang namanya kue cuhcur jadi kue ini itu bentuknya semacam topi yang suka dipakai ke sawah yang ada setengah lingkaran di tengahnya gitu.


Ini dikasih pewarna dan memang gulanya gula pasir aku paling sering melihatnya memakai warna yang pink mungkin biar lebih feminim juga ya, hehe.


Nah kalau dulu Aku tuh suka tengahnya bagian tengahnya tapi sekarang menjadi lebih suka bagian pinggirnya karena tekstur dari tengah dan pinggirnya itu beda.


Kalau tengah sih adonannya itu masih agak agak banyak banget rasa dan emang lumayan empuk dan lumayan serat-seratnya terasa banget.


Kalau bagian pinggirnya itu crispy crispy manis enak gitu loh aku lebih suka pinggirannya.


Nah, dulu diidentikkan kalau kue ali itu selamanya kayak almarhum Abi bapaknya bapak kalau kue cucur itu disenanginya sama Umi mamahnya bapak.


Lebih senang cucur dibanding Ali jadi aku mengarah nya ke umi almarhumah Umi kalau adik aku lebih suka Ali berarti mengarah nya ke armalah almarhum Abi.


Ya begitulah memang suka di sangkut pautkan dan itu bagus Itu keren untuk kita menjadi sesuatu yang memorable untuk kita di keluarga sehingga lebih terhubung satu sama lain.


Di tempat kamu ada kue-kue apa aja yang memang identik ada di acara-acara?Sebenarnya aku pun masih banyak lagi kue-kue yang lain tetapi yang 2 ini yang paling banget harus ada.

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar