disuduthari header

Cara Mengatasi Trauma Psikologis

Posting Komentar

 

Atasi trauma

Topik tentang cara mengatasi trauma psikologis ini menentukan topik abal-abal tentang rasa sakit yang tak bisa terlihat oleh kasat mata.

Pribadi trauma psikologis yang begitu berat namun ku sadari dan adanya momen-momen di masa kecil yang kurang menyenangkan itu menjadi jejak-jejak yang tersisa hingga kini.

Bagaimana apakah amu tidak merasakan kesakitan itu lagi? tidak, ketika ada sesuatu yang mentragger itu perasaan itu tetap ada, tetapi tidak menyalahkan semesta lagi.

Tidak melihat dunia dengan begitu kalap dan gelap lagi, sudah bisa melihat cahaya yang ada dari segala gulita yang pernah menghampiri.

Pertama untuk keluar dari sana adalah berdamai dengan keadaann tetapi ada yang bisa berdamai dengan upayanya sendiri ada juga yang memang harus dibantu oleh orang lain.

Tentu jika aku ingin memberikan saran tentu saja datang saja ke profesional jika memang belum terlalu begitu ekstrem dan itu dan kita tidak memiliki begitu besar keberanian untuk datang ke profesional ya mudah-mudahan bertemu dengan orang yang tepat yang memang bukan psikolog tapi lagunya sekolah lebih dari psikolog.

Sedikit bercerita hal yang membuatku berkata seseorang itu sabar adalah ketika melihat aku menangis/iya bisa membuat aku menangis sejadi-jadinya dan mengeluarkan emosiku yang paling dalam dan nggak ikut nangis, justru memberikan pemahaman pemahaman dan merangkul aku kemudian membuat aku kembali up dan tertawa.

Bagiku itu sangat spesial, aku pernah bertemu orang seperti itu dua kali, dengan dua orang yang berbeda.

Tentu saja suamiku saat ini adapah salah satunya. AKu berterima kasih pada Tuhan dihadiahkan ia di saat aku benar-benar terombang-ambing.

Rongga-rongga yang ada disana kembali menganga lalu sedikit mulai ditutup kembali dan dibangun atau ditanami tanaman-tanaman yang biasa istimewa dan indah.

Kuphami atau yang ku sadari atau yang kutangkap dari fenomena ini adalah ada salah satu momen dalam korea yang mengangkat tentang psikologi aku lupa judulnya.

Tapi yang pada intinya, kita memang tidak bisa menutup menghilangkan luka itu atau noda itu tetapi kita bisa menggambarkan sesuatu yang jauh lebih indah mendominasi yang tadi sehingga kita tidak terfokus ke sana.

Bahasanya memang sedikit puitis aslinya tapi aku lupa mohon maaf.

Pada intinya kejadian kejadian masa lalu yang menyayat hati memang tidak menyenangkan untuk dikenang, tetapi nyatanya itu tertancap kuat pada memori jangka panjang.

Pola otak kita memang begitu ajaib nya Tuhan ciptakan cari hal-hal yang berkaitan atau yang bermuatan emosi bertahan lebih lama.

Tak mengapa, yang paling penting bagaimana kita menyikapinya yang paling penting kita tidak termakan oleh hal-hal buruk yang ada di masa lalu karena kita tahu saat ini tidak sedang berada disana dan kita ber kesempatan menciptakan apapun yang mau kita inginkan di dalam hidup kita.

Tentunya Tuhan ada penguasa segala sesuatu banyak minta banyak memohon banyak berserah. Setiap apapun yang datang kepada kita itu yang terbaik menurut Tuhan dan kita harus terima karena berefek baik untuk pendewasaan kita, untuk pemulihan kita.

Terima kasih dan lekas pulih. Kita tidak sedang hidup di sana, kita mampu hidup di masa kita sekarang.

Boleh berkaca tapi jangan sampai ditarik paksa oleh sesuatu diluar kita. Mari mencoba untuk melalui jalan-jalan yang memang tepat untuk diri kita karena kamu cerdas kamu berhak pula untuk bahagia kamu berharga.

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar