disuduthari header

3 Cara Membahagiakan Diri Sendiri - Bikin Mikir Dua Kali Buat Bersusah Hati!

Posting Komentar






Sejatinya berbagi cara membahagiakan diri sendiri sepantasnya dilakukan oleh orang yang memang telah bahagia akan hidupnya. Ia yang mandiri cinta. Jauh dari golongan haus kasih sayang.

Namun, jika pendidikan saja dianjurkan untuk semua kalangan baik yang sudah mengerti atau belum, maka kukira untuk cara membahagiakan diri sendiri ini pun dapat dishare oleh mereka yang telah lulus maupun mereka yang habis-habisan berusaha.

So, inilah secarik cara membahagiakan diri sendiri ala disuduthari.com! (Kawan dari golongan yang masih berusaha untuk bahagia)


1. Jangan jahat sama diri sendiri (self care is must!)


Seringkali, kita mentolerir orang lain, mudah sekali memuji orang lain, lalu dengan bersuka cita meyakini sosok tertentu di dunia. Namun, tahukah kita? Ada yang terlupa di antara hiruk-pikuk itu semua. Ya, diri kita.

Nadin Amizah dalam salah satu lirik lagunya berkata “Karena kita punya kita…” aku setuju untuk ini. Betapa pun ada yang punya tanggung jawab mendampingi diri ini, kita penting untuk punya makna dalam tiap hembus nafas di alam ini.

Oh ya, Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah menyebutkan bahwa, ada kalangan umatnya yang walaupun sudah dibukakan pintu surga ia menolaknya. Para Sahabat bertanya: “Siapakah itu, Ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “ Ia yang tak mengikuti apa yang diperintahkan dan dilarang Allah dan Rasulnya. (Begitu inti dari suatu keterangan).

Btw, apa contoh lain kita jahat sama diri sendiri, mudahnya dengan kita tidak mempercayai kelebihan dan potensi diri kita, itulah bukti jahat yang nyata. Tidak sayangkah kamu pada dirimu. So, aku sedang mengingatkan diriku untuk, “Hey, Maria Ulfah, Jangan jahat sama diri sendiri!”


2. Jalankan cara membahagiakan diri sendiri perspektif agama (3 step ala kitab Hidayatul Adzkia)


Kitab Hiayatul Adzkia ialah karang Syeikh Jainudin Al-Malibari. Kitab kuning ini bagian dari pan ilmu tasawuf. Apa saja poin besar yang dimaktub di sana?


1) Syariat

2) Tariqat

3) Haqiqat


Analogi dari ketiga ini ialah, syari’at sebagai perahu, tariqat sebagai lautan, sedangkan haqiqat ialah intan mutiara.

Apa penjelasan dari masing-masingnya? Aku tidak berani menjawab untuk saat ini. Yang bisa kulakukan hanya menggambarkannya.

Contoh: Ibadah sahalat secara fisik dengan memakai ketentuan yang diatur ilmu fiqh berarti kirta sudah masuk ke ranah syari’at. Untuk tariqat dan hiqaqat tahapannya lebih dari aktivitas fisik ini.

Aku pun harus kembali memahami lagi. Sampai di sini dulu untuk poin ini.

3. Jalankan tips bahagia menurut psikologi (10 step ala psikolog Jatu Anggraeni)


Ini telah kusinggung banyaknya di tiga kesempatan. Pertama, di momen ulang tahun. Kedua, di sebuah artikel tentag tips bahagia. Ketiga, di microblogging akun instagram @kopri_official

Bagi yang belum berkenan ke sana, kusebutkan di sini.


10 Tips bahagia menurut psikologi :


1. Giving

Memberikan atau melakukan sesuatu untuk orang lain.

2. Relating

Menjalin hubungan dengan orang lain.

3. Exercising

Melakukan olahraga atau perawatan tubuh.

4. Appreciating

Memperhatikan atau menghargai segala yang ada di sekitar.

5. Trying out

Mempelajari hal yang baru.


6. Dirrection

Mempunyai arah atau tujuan untuk masa depan.


7. Resiliance

Mencari jalan untuk bangkit dari kegagalan.

8. Emotion

Memberi makna yang positif.

9. Acceptance

Menerima diri apa adanya dan merasa nyaman dengan diri sendiri.

10. Meaning

Menjadi bagian sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.


-Kak Jatu Anggraeni, S.Psi, M.Psi, Psikolog-



Baiklah, itu dia 3 cara membahagiakan diri sendiri dari 3 kacamata. Sudah dibahas dan mari dicoba! 

Thank's for reading and see you soon~



Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar