disuduthari header

Puisi: Dan Daun pun Dahan

Posting Komentar

 

Puisi Berjudul Dan Daun pun Dahan

Hai, hai, hai, parners! Kali ini aku mau share puisi berjudul Dan Daun pun Dahan. Seperti apa puisinya? Mengangkat tema apa? Apa kesan setelah membaca puisi itu? Profil penulisnya apa ada? Untuk menjawabnya, mari tenggelam bersama dalam baris aksara di bawah ini!


Puisi Berjudul Dan Daun pun Dahan 

Dan Daun pun Dahan 1

Oleh: Muhammad Asqalani eNeSTe

Angin dari angan, menyapu dingin diri. Semakin dingin pohon mimpi. Dan daun pun dahan, gugur dan patah. Hari-hariku seperti menunggumu busuk dan mengharap humus. Mimpiku jadi ganggang coklat di pintu surga.

Kubang Raya, 2021

Dan Daun pun Dahan 2

Oleh: Muhammad Asqalani eNeSTe

Sudah saatnya dahan dongeng ibu patah, daun telingaku pun berdarah. Cerita-cerita jadi kapas putih di udara, menuju langit mega langit darah. Segalanya hidup dalam konon.

Kubang Raya, 2021


Mengangkat Tema Apa Puisi di Atas?

Jujur, aku masih terbata-bata saat melabeli tema dalam puisi. Namun, di dalam puisi di atas aku mencium aroma-aroma penitian karir, perjuangan, hal tak terelakkan, bayang-bayang rasa ingin menyerah, jatuh, dan sakit. Serta bisikan "bangun kesatria" jelas terdengar di baliknya.

Menurutmu, kalau isinya seperti ini, temanya apa ya? Hum, menarik untuk didiskusikan!

Apa kesan setelah membaca puisi di atas?

Kesan yang ditimbulkan setelah membaca puisi di atas adalah nuansa mencekam, berdarah-darah, ada kekangan, ada harapan, ada tantangan, ada langkah yang sedang dipersiapkan.

Puisi ini menurutku relate dengan keadaan seseorang yang tengah tertatih-tatih di perjalanan. Bagaimana mengindam-idamkan jalan keluar dan tengah berjuang melewati rasa pahit yang ada di hidup ini. Ya, tentu selalu ada manis setelah pahit, terang setelah gelap.

Huhu, ada yang mau menambahkan?

Profil Penulis

Muhammad Asqlani eNeSTe
Muhammmad Asqalani eNeSTe. Kelahiran, 25 Mei 1988. Youtuber di Channel Dunia Asqa. Adalah Pemenang II Duta Baca Riau 2018. Sehari-hari ia menjadi Mentor Menulis Puisi & Quote Online. Mempelajari banyak Bahasa Internasional. IG: @muhammadasqalanie WA: 081949502585
So, itulah puisi berjudul Daun pun Dahan yang ditulis Kak Asqa. Terima kasih sudah berkenan hadir di sini. Terus goreskan penamu dan sampai ketemu! Bye~
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar