disuduthari header

Puisi: Sederhana dengan Manisnya

6 komentar

Puisi Sederhana dengan Manisnya

Langit bersolek bintang.
Bulan sabit memeluk cakrawala malam.
Bunyi semesta beku seketika.
Tergantikan oleh tawa yang Kau bawa.

Tanganmu terbang ke belakang,
mengusap jiwa  yang sebelumnya mengering.
Menyejukkan.
Menyumbang keindahan.

Tidak. Jangan Kau gulirkan senyum itu.
Fokusku bisa direnggut perangaimu. 
Segala yang Kau rasa sentuh bilik laku,
maka hadiah paling mewah ialah Kau baik-baik saja.

Sekotak camilan padat hitam manis buat moodmu cerah.
Dan Aku, berharap jadi itu. 
Yang kau cari di kala pahit datang.
Yang sederhana membahagiakanmu dengan manisnya.


Palabuhanratu, 31 Oktober 2020


 

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

6 komentar

Posting Komentar