disuduthari header

Puisi: Rongga Nostalgia

Posting Komentar

Puisi: Rongga Nostalgia 

Pada jeruji hari, bayangmu datang tanpa permisi.
Mengoyak realita. Menjebakku di lautan kenangan abadi.
Sendiri.

Masih semerbak aroma bunga yang tercium,
hangat yang buatku kagum.
Memeluk ingatan berisi kita.
Celoteh yang hadirkan seringai tawa sejuta makna.

Lalu langkah terpisah,
hentikan laju kisah yang pernah jadi penguasa ekspektasi.
Bukan aku, tapi kita kala itu.

Dunia tahu, rasaku membisu di relung kalbu.
Kukunci, sebab bermain masih jadi hobimu.
Akhirnya kusisakan saja hal manis di tempat strategis.
Di rongga angan bernama nostalgia,
namamu bersemayam di sana.
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar