disuduthari header

Puisi: Namamu, Pagi

2 komentar

 

Puisi: Namamu, Pagi

Embun masih nyaman di dedaunan, kokok ayam di pelbagai tempat bersahut-sahutan, hadirmu mengontraskan antara malam dan siang. 


Kau bernama pagi yang bersanding dua dengan mentari. Kau dingin dan hangat di waktu yang sama. Betapa hebatnya yang Maha Kuasa pencipta kalian berdua.


Kalian membawa cahaya, walau tak selalu. Kalian mengetuk jiwa, dengan pesona itu.

Kuning putih mendominasi, mampu transferkan berjuta energi.


Awal baru, seruan yang tersirat darimu.

Seputih salju. Torehkan kebaikan yang padu.





Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar