disuduthari header

Karenamu, Lelahku Mati Suri

2 komentar

Karenamu, Lelahku  Mati Suri

        

Duniaku terhimpit. Gelagapan tuk bangkit. Gelap. Abstrak. Sesuatu yang membuatku ingin sekali mengenyahkan segalanya lalu menjerit sekeras-kerasnya!


Namun, kau datang dengan senyum asrimu bersama sekotak susu yang bertuliskan "semuanya baik-baik saja, tidurlah jika lelah..."


Melemah. Sungguh aku melemah karena ini. Aku yang bahkan sangat ingin berhenti pada awalnya, mendapat suntikan semangat lagi. Sudah cukup segala drama yang kubuat sendiri. Kini ku hanya tahu, bahwa di titik ini aku tak dihinggapi sepi yang biasa menggerogoti.


Teruntuk seseorang yang menguatkanku...


Aku selalu terpana padamu yang datang di saat sisi rapuhku meradang. Aku selalu berkaca-kaca tatkala kau lancarkan aksi menghiburku dengan sejuta hal yang kusuka. Aku selalu terkagum-kagum dengan kemampuanmu yang manis di tengah aku yang meringis bahkan menangis.


Sungguh, kata terima kasih tak cukup mewakili. Yang Maha Pemberi lah kan membalas semua ukiran kebaikan abadi. Tulus, hingga lelahku mati suri

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar

Follow by Email