disuduthari header

Begini Dramatisnya Memasang TLD Sendiri!

20 komentar

 

Memasang TLD Sendiri

Hai, Sobat Pembelajar!

Kali ini kita akan membahas dramatisnya memasang TLD (Top Level Domain) sendiri (alias mandiri). Karena belum tahu cara memasang TLD dan hal teknis lainnya, kebanyakan blogger pemula akan dihantui bayang-bayang menakutkan lho. Wajar ya? Because dalam hal apapun kalau kita belum tahu ilmunya kita akan cenderung gelagapan dibuatnya.


Jujur. Aku pribadi, kalau nggak ikut Blogspedia Coaching entah sampai kapan embel-embel "blogspot" setia menemani. Oke deh, tanpa berlama-lama ini dia secarik pengalamanku!


Pertama Kalinya dalam Hidup; Membeli dan Memasang TLD Sendiri


5 Sensasi (sebelumnya)

1. Dihantui bayang-bayang menakutkan

Rasa takut menghantui lebih sering tatkala melihat kode demi kode gentayangan di WA grup. Ditambah dengan melihat sekilas cara pemasangannya, tapi malah menskrinsut bukan praktik langsung.


Karena takut nggak bisa, takut ketinggalan, takut tersendat, di setiap ada yang memasang aku kasih bintang sampai beberapa ku skrinsut juga. Hasilnya? Mmm, kita lihat di poin selanjutnya.


2. Grogi habis-habisan

Keadaan ini muncul saat proses pembelian domain di rumahweb.com.

Bak pertama kali masuk sekolah yang belum kenal siapapun, dengan lugu aku masuk ke sana dan mulai memperkenalkan diri lewat log in. Ini cukup membuatku panas dingin, wkwk. 


Untungnya, aku dibekali dulu dengan tutorial yang dibagikan coach di Google Classroom. Setidak-tidaknya ada yang mengantarkanku memasuki gerbang dunia ya baru, hihi.


3. Dag dig dug tak karuan

Di rumahweb.com, terdapat banyak produk dan penawaran yang terpampang nyata di etalasenya. Semakin menggiurkan dengan promo yang disuguhkan di tanggal 11.11 kemarin, dimulai dari pukul 11.11 WIB. 


Promo menarik ini tentu banyak diincar. Harga yang sedikit miring selalu berhasil memikat banyak orang. Menunggu saat itu tiba, jantung berdetak lebih kencang, dag dig dugnya mengaduk perasaan sampai ke akar-akar. Intinya, dibuat tak karuan karena takut ketinggalan. Sebagai bentuk kekhawatiran, akhirnya alarm kuberi mandat mengingatkan.


4. Ektra puyeng

Ini terjadi saat log in email ku berkali-kali tersendat di kolom password. Seingatku, sejak pertama membuatnya, tak pernah sekalipun kuutak utak-atik passwordnya. Namun, akhir-akhir ini masuk menggunakan emailku butuh usaha ekstra. Kadang bisa, kadang juga tidak. 


Syukurnya, kemarin masih bisa. Berbeda dengan log in di ipusnas. Hm luar biasa, aku sampai dipinjamkan akun oleh seorang teman supaya bisa meminjam dan membaca buku di sana. 


5. Ragu memulai

Dalam step-setepnya, keraguan datang tiba-tiba. Haruskah dimulai sekarang? Atau menunggu waktu luang? 


Itulah 5 sensasi sebelum memulai dan memasang custom domain. Yuk lanjut ke prosesnya!


5 Hal dramatis (saat prosesnya)

1. Dilema yang kedua

Sobat Pembelajar, sebelum masuk membeli domain di sana, kita harus memilih ingin domain berjenis apa dan sub domainnya apa. 


Saat itu aku keukeuh dengan domain .com, tapi sub domain mariaulfah sudah dipakai. Berpikir banti setir ke .my. id, namun sangat berat rasanya. Akhirnya kuputusakan mencari subdomain lain asalkan .com yang tersemat. 


Dimulai dari disuduthari, dreamstone, it's ulfah, ini ulfah, mulfa, ilmulfa, membuatku pusing tujuh keliling sampai setengah jam waktu terlewat tanpa kesimpulan.


Disebut dilema kedua, karena dilema pertama ada saat perencanaan membuat blog. Intinya aku sudah final dengan mariaulfah.com, namun apa mau dikata, yang satu ini tak tersedia.


2. Mau untung malah buntung

Masih berkaitan dengan promo .com yang terbatas untuk 75 orang, aku terburu-buru memilih sub domain karena takut kehabisan adu duuu (tutup muka ah).


Ditambah lagi, proses pembayaran di kasir indomaret begitu alot. Sampai-sampai harus kutahan derai air mata yang bersarang, hiks. Dari Indomaret pertama, setelah dua kali menjelaskan dan tak diindahkan. Kucari Indomaret kedua, alhamdulillah di Indomaret ke dua inilah laju lancar tanpa hambatan, seperti di jalan tol kira-kira, hehe.


Saat konfirmasi subdomain mendarat di email, kok ngerasa kurang sreg yaa.


Nah, dari sinilah yang kubilang untung malah buntung, karena kuputusakan membeli lagi subdomain yang cocok di hati. Yaps, seperti yang dilihat saat ini disuduthari.com akhirnya menyedot perhatianku lebih dalam.


3. Dikejar deadline

Setiap tugas ada batas waktunya. Dan lagi-lagi aku terjebak situasi. Lagi-lagi harus ngos-ngosan berlari. Lagi-lagi putar otak, mana yang harus diutamakan. Lagi-lagi managemen waktuku punya PR besar.


Bagaimana sensasi dikejar deadline? Heuheu, luar biasa pokoknya :D


4. Fokus buyar 

Nah, karena tugas menumpuk, sementara waktu terus berjalan dan aktivitas terjadwal mulai berdatangan, akhirnya fokusku buyar. 


Sungguh, di titik ini konsentrasiku pecah. Makalah organisasi yang menuntut dituntaskan, screening materi sebagai syarat mengikuti kegiatan, artikel soft selling yang belum juga tamat, dan postingan tiap hari yang ikutan belum diupdate juga.


5. Gelagapan butuh bantuan

Akhirnya, kuharus berlapang dada meminta bantuan. Terlebih saat pemasangan TLD yang kulakukan. Gimana nasibnya SS tutorial dan SS langkah-langkah teman-teman? Sangat membantu, namun tetap aja praktiknya masih kebingungan.


Di tambah lagi, pemasangan domain ini dilakukan di sela materi kegiatan organisasi. Berkali-kali ditunda, was-was pun bergelayut di depan mata. Subhaanallah wal hamdulillah, banyak orang hebat yang bersedia membantu. Dengan sabar dan telaten memandu dan menjawab pertanyaan random yang kulontarkan di WA grup sampai japri. (Semoga Allah membalas semua kebaikan itu)


Okay, itulah dramatisnya proses pemasangan. Terakhir, kuceritakan betapa exitednya saat TLD terpasang dan pembelajaran terpetik.


5 Pembelajaran dari momen exited (sesudahnya)

Bak dibayar kontan. Segala keriweuhan yang ada sebelumnya berbalik 180°. Sangat exited, speechless, bersyukur, senang, bahagia, saat semuanya tuntas. Pertama kali melihat tulisan "blogspot" hilang, mataku berbinar, aku tak bisa diam. "Yeay!!!" (Pokoknya sumringah banget)


Eh tapi, di puncak kebahagianku menyelesaikan masalah, aku teringat hal-hal yang kualami sebelumnya. (Aku mesti belajar dari itu semua). 


Coach memberikan kunci sukses pemasangan domain ada di sabar dan teliti. Lalu aku, ingin menambahkan kiat sukses itu dengan 5 hal.


1. Positif terus

Yaps, ini cocok untuk orang-orang yang sedang mengalami keriweuhan yang nyata tanpa terduga. Kunci untuk tetap bertahan di tengah terjangan ialah jaga mindset kita untuk tetap positif. Berikan pikiran kita asupan afirmasi yang menggebu. Seperti "bisa, bisa, bisa!," dsb.


2. Tetap ceria

Eits. Jangan mensedih-sedihkan diri sendiri. Tetap ukir senyuman saja. Toh itu mudah kok. Tersenyum walau terpaksa membuat aliran darah lancar, begitulah postingan Psikologid beberapa waktu lalu. Lagian, dalam hidup, hal tadi baru permasalahan versi mini. Begitulah pikirku.


3. Bantu teman semaksimal yang kita bisa

Betul banget. Aku pribadi sangat terbantu. Di sisi lain, aku seakan tertampar. Kalau mau bantu jangan setengah setengah, kalau kita bisa lebih. Karena mereka yang butuh bantuan bukan berarti tak bisa, bisa jadi hanya sedang tak fokus saja. Jangan memberikan pertanyaan yang seakan memojokkan saat mereka butuh bantuan. Duh, aku tersadar dengan perilaku yang kurang baik beberapa waktu lalu. Saatnya perbaiki!


4. Beri reward sederhana namun bermakna

Saat penyelesaikan sesuatu, beri orang-orang di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri reward. (Apapun bentuknya)


Tak perlu yang mahal mahal, yang paling penting ketulusan dan maknanya. Jujur, kata "selamat" pun sudah lebih dari cukup lho. "Selamat, akhirnya berhasil juga ganti ke TLD!" "Selamat! .....(nama kita) sudah melalui semuanya dengan baik. Kamu hebat banget bisa melalui semua ini. Aku bangga deh sama Kamu!" (hihi ini contoh kata-kata dari diri kita ke diri kita sendiri)


Bisa juga dengan melakukan hal yang kita suka atau memakan makanan dan minuman favorit kita. Intinya, hadirkan imbalan atas rasa capek dan lelah yang pernah ada, eaaa.


Nanti, akan ada saat dimana kita tak butuh hal semacam ini, namun jika belum di titik itu lakukan ini dulu supaya senang dan ketagihan menyelesaikan permasalahan-permasalahan lain selepas ini. Otomatis, meraih kesuksesan-kesuksesan lain terus menerus.


5. Libatkan orang terdekat dalam pengambilan keputusan penting

Yaps! Dari kejadian ini aku belajar bahwa jangan gegabah memandang, melihat, dan memilih. Jangan melangkah sendiri, jika hadirnya seseorang begitu berpengaruh di hati *eh.


Seperti memilih sub domain misalnya. Ini bukan perkara mudah, bukan perkara sepele, maka ceritakan hal ini kepada orang terdekat kita jika keberadaan dan pendapat mereka punya tempat tersendiri di langkah ini.


Yuk! Kumpulkan asa, rajutlah langkah, lalu percayalah~


Okay, itulah pembahasan tentang betapa dramatisnya memasang TLD sendiri. Setiap blogger punya pengalaman masing-masing. Mari hargai dan jaga, lalu simpan itu lebih dari kenangan. Biarkan berjuta rasa menyelemuti. Kita akan rindu dengan betapa lugunya di momen itu. Selain itu, semoga setelah menghembmpaskan embel "blogspot" kita semakin konsisten dan sungguh-sungguh menyebarkan kebaikan lewat media ini.


Selamat dan semangat ngeblog!

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

20 komentar

  1. Dramatis sekali kisahnya mbakk.. Alhamdulullah ya, sudah terlalui semua

    BalasHapus
  2. Dramatis banget memang mba, sejak belajar di Blogspedia isinya ngos2an melulu ya wkwkw...btw pemilihan warns template nya unyu bangettt kaya eskrim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dramatis bingid... hehe ngos-ngosan tapi seru ^^
      Waa alhamdulillah, hehe jadi pengen makan eskrim duh

      Hapus
  3. Aku bacanya jadi ikut ngos ngosan teh wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa karena apa dulu nii ngos-ngosannyam? :D

      Hapus
  4. Asiiiik udah dot com hehehe
    Selamat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Kakak, hayuuu TLD juga ^^

      Hapus
  5. Hahahaah....kok jadi ikutan gemes sendiri yah
    alhamdulillah bunda dimudahkan, Allah tahu ini orang udah tua kataNya. Jadi jangan diuji lagi sama kisah dramatis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa Allah alhamdulillah banget yaa bunda ♡ hehe

      Hapus
  6. Asseekk, selamat ya udah tld wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eheheheh jadi diucapin selamat heuheu... Makasih Kakak ~

      Hapus
  7. Alhamdulillah, perjuangannya terbayar sudah dengan suksesnya TLD ini. Barakallah, Mbak.

    BalasHapus
  8. Penuh lika liku banget perjuangan masang domainnya ya mba. Bakal jadi kenangan manis nih kalau pernah seberjuang itu masang domainnya. Selamat ya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kakak, mengambil fokus banget. Insyaa Allah ♡
      Makasih ^^

      Hapus
  9. Dramatis tapi happy ending kan yaa... Wahh senangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iyups, happy ending alhamdulillaah ^^

      Hapus
  10. Hehe pengalaman yang seru kalau dibaca ya mbak.. ingat2 masa awal memasang TLD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru pisan sampai tak bisa berkata-kata, pun beberapa kali kikuk dibuatnya, hihi ^^

      Hapus

Posting Komentar