disuduthari header

Sensasi Dikejar Deadline (dari Dua Sisi)

2 komentar

Hai teman-teman!

Berkejar-kejaran seru ya? Apalagi kalau partnernya orang yang kita suka*eh ahahahah. Tapi sayang, di sini justru kita malah dikejar, dikejar oleh sesuatu yang kita gak suka. Yap! Deadline.

Seperti judul di atas, kita akan membahas hal ini dari dua sisi. Pertama, dari sisi pelaku. Kedua, dari sisi pengamat. Sengaja dari dua sudut pandang selain pernah merasakan keduanya, juga biar adil gitu, terwakili perasaannya hehe.

Tanpa berlama-lama, mari kita intip sensasi dari sisi pelaku.


1. Dag Dig Dug

Nyatanya, yang bikin dag dig dug bukan hanya jatuh cinta doang yaa. Dikejar sama yang satu ini, bikin jantung kita serasa mau copot.

Terpicu. Terpacu. 

2. Grasah-grusuh

Yaps, seperti takut ketinggalan pesawat. Pancaindra yang ada ingin melakukan tugasnya secepat kilat. 

Jangan diberi tugas lagi yaaa. Yang ada semakin keteteran, seperti serbuk adem sari kalau tak cepat-cepat diminum. Pernah ngalamin? 

3. Mendadak Sibuk

Hayooo, siapa yang sehari-harinya santuuuy banget? Semacam kena angin sepoy-sepoy tiap saat. Rebahan jadi kegemaran. Saat deadline tiba-tiba muncul, semuanya berbalik 180 derajat. Hoalaaah

4. Maju Mundur Cantik

Tugas yang kita terima, ada yang ringan ada yang berat. Semuanya tergantung diri kita sebetulnya. Kalau sedang fit dan menguasai materinya tentu ini bukan hal yang berat.

Namun, jika ini tugasnya merupakan hal yang baru, lalu kita masih ragu pengerjaannya, maka ketik hapus ketik hapus, biasanya terjadi.

Kalau dilihat secara nyata, bak maju mundur cantik lah yaa.  

5. Didatangi Hantu

Uwuuuu serem nggak sih? Hihi. Kita tentu sering denger "duh dihantui perasaan gak enak ni." "Duh, ampe kebawa mimpi ni."

Pokoknya, hidup dan mati terletak pada selesai atau tidaknya tugas itu. Kalau belum selesai tak ada hentinya Si Hantu gentayangan dalam ingatan. Jangan salahin hantu yaa, orang kita yang janji. Dia cuma nagih lho.

Okay, Itu dari sisi pelaku yang tentu saja luar binasa*eh luar biasa maksudnya. Gimana ni dari sisi pengamat? Sikap mereka seperti apa?


1. Ikutan Panik

Tipikal yang satu ini bisa diartikan sebagai orang yang simpati, bisa juga orang yang terlalu baperan. Estremnya, mereka yang lebih panik dari yang dikejar. Emang ada? Ya pasti ada, tanyain deh sama seseorang yang doinya lagi kena masalah, hehe.


2. Ngambil Pelajaran

Ini bijak banget yaaa. Dibanding ikut nyebur di situasi yang tak terkendali, ia fokus pada perbaikan diri. Namun, benarkah ini yang terbaik?

3. Bantu Nyelesain

Wah, ini sih idaman banget. Apalagi kalau kita yang lagi dikejar sama Si D, ih risih banget kan? Pengen cepat-cepat lepas.

Dengan hadirnya orang ketiga, emm santai, maksudnya orang di poin ketiga, maka beban kita semakin berkurang.

4. Nostalgia

Si Mellow. Orang ini balik lagi ke masa lalu, dimana ia yang lagi di posisi itu. Di sisi lain, orang ini tentu saja memaklumi apa yang dilakukan pelaku. Yang mungkin menjadi agak kasar, kurang peduli, kurang merhatiin sekitar.

Di titik ini, ia bersyukur akan dirinya yang tak terkena jebakan itu. Ia juga berharap supaya orang yang merasakan apa yang pernah ia rasakan dapat melaluinya.

5. Pura-pura Lupa*eh Pura Nggak Tahu Maksudnya

Jahat gak sih? Hmmm sebetulnya hak setiap orang untuk peduli terhadap apa dan lebih fokus terhadap apa. Yang pasti, jangan sampai memperkeruh keadaan aja. Kasihan kan yang lagi didatengin hantu hehe.

Nah, itu dia setitik sensasi saat dikejar deadline. Tanpa mengeneralisasi hal di atas,  perlu digaris bawahi bahwa:

Ada dua tipikal orang. Pertama, deadline menjadi pembunuh. Kedua, deadline menjadi pengayuh.

Kalau kamu, jadi yang pertama apa yang kedua? Hehe (jangan mikir kemana-mana yaa wkwk)

See you~

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

2 komentar

  1. Nambahi kak, si pengamat ikut ceramah atau "ekstrimnya" marahin, tambah suntuk ga sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya baru kepikiran. Waaa, aku mencium bau-bau pengalaman ehehehe

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email