Puisi: TABUNGAN LUKA

14 komentar


Riuh. Peluh.

Jatuh. Bergemuruh.

Perasaan diubrak-abrik.

Mencekik.


Mereka datang lagi.

Komplotan pemburu berdarah dingin.

Siap meremas bunga yang baru mekar.

Dicabik pula ketenangan hingga ke akar.


Mereka pemangsa ulung.

Diterkamnya segala sematan bahagia.

Mereka tak pernah puas menabung.

Sayang, tabungannya berupa luka yang dibagi cuma-cuma.


#OneDayOnePost#ODOP

#disuduthari#tragedi#kesan#tulisan

Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

14 komentar

  1. Siap meremas bunga yang baru mekar
    Dicabik pula ketenangan hingga akar.

    Aku suka kalo puisi endingnya begini­čśé

    BalasHapus
  2. nice diction. keep writing kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih... Siap^^ walau harus jatuh bangun dulu:*

      Hapus
  3. Aku bisa merasakan kesadisannya ... Ngeri. .. Keren ih. ..

    BalasHapus
  4. Puisinya sadis, tp bagus banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puisi bisa sadis abis ngapain dia>.< "Aamiin"

      Hapus
  5. Mengenaskan, tapi bagus. Semangat terus, Kak. Sukses selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Siap, semangat juga Kakak~ Sukses juga yaaa

      Hapus
  6. Setelah ditabung, 'luka'nya dijual saja agar menjadi 'suka', biar tidak cuma-cuma ataupun sia-sia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoalah kalo ada yang mau beli dengan senang hati dijual deh hehe...

      Hapus
  7. Tabungannya berupa luka yg dibagi cuma-cuma :') keren mbak puisinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email