disuduthari header

Fiksi Mini: 10 MENIT TERDAEBAK

4 komentar




Oh no! Tidak! Tidak... Bagaimana bisa hal semengerikan ini menorobos malamku? Semua ketenangan yang telah dibangun susah payah, harus runtuh begitu saja?! Takkan kubiarkan keadaan ini mengontrol terlalu lama... akan kuubrak-abrik isi kepala demi mencari formula terbaik untuk yang satu ini. Titik.

Yeay! setelah kesana kemari, akhirnya kutemukan... "Hey Tangan, Kamu lincah juga! Hey Pikiran, Kamu boleh juga! Dan Kamu, Jantung, maaf telah membuatmu berdetak begitu hebat barusan." Sekarang aku tenang. Tinggal kutunggu panggilan menghebohkan itu.

Apa???!! "Telinga, Kamu tak salah lapor?" Sungguh, malam macam apa ini? Tak cukupkah satu bom ia lempar hingga membuatku panik dan merasakan pelik? Baiklah, kali ini ia menang. 10 menit ini permainan ia yang pegang.

"Jari, tolong antarkan seuntai paragraf pembuka padanya. Apapun tujuannya, kita semua telah belajar banyak dari tragedi ini."


#OneDayOnePost
#ODOP
#ODOPChallenge5
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

4 komentar

  1. Uwuuu.. Tugas selesai. Keren banget siih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Alhamdulillah udah juga ini tugasnya hehe. Kakak gimana?

      Hapus
  2. as always mbak, tulisannya keren keren, hehehe, semangat terus nulisnya mbak! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Yaa Allah... Semangka(Semangat juga Kakak)♡♡♡

      Hapus

Posting Komentar