Pergi Ke Pantai Apa Ke Gunung? (Part 1) - Tertipu

8 komentar


Di suatu pagi buta, terlihat seseorang yang bangun dari tidurnya dengan terseok-seok karena harus memaksakan diri untuk bergegas. Ia sadar, hari ini ada jadwal penting yang tak bisa diajak bernegosiasi lagi.


Singkat cerita, perempuan yang saat ini menetap di sebuah asrama, akhirnya berdiri tegap dengan sejumput harapan dan kegelisahan. Bagaimana tidak? Ia harus rela menggadaikan ketenangannya pada suatu perjalanan yang tak biasa.

Ditemani selembar kertas dan spidol berwarna di tangannya, dengan apik tangan lincah itu mengabsen seluruh barang bawaan dan barang yang kan ia tinggal di ruangan yang dihuni oleh empat manusia dengan kepribadian berbeda-beda.

Saat mengusap-usap beberapa buku kesayangannya sebagai bentuk perpisahan, terdengarlah bunyi dari gawai yang ia cuekkan.

"Hey!!! ayo ke Gor!! Sudah pada ngumpul niii"

Sontak, pesan suara dari grup kelasnya itu membuat ia langsung meluncur ke titik kumpul. 

Di sepanjang perjalanan, kaki yang tiada hentinya melakukan kinerja sesekali tersandung kerikil. Satu tangan dengan punggung yang mendapat tugas lebih berat dari yang lain, mulai berteriak kelelahan. Dan mata yang sedari tadi melihat sekelilingnya dengan tatapan tajam akhirnya menjatuhkan fokus pada sosok yang tersenyum ringan.

"Teh Ulllllll... tunggu aku... kita barengan jalannya..." ujar perempuan dengan suara lembut disertai gestur yang khas datang dari arah gerbang.

Benar saja, ia Tita. Partner se- se- se- dari seseorang berinisial MU. Partner semasa, setujuan, dan sefrekuensi di seantero kampus.

Sesaat sebelum tiba di titik kumpul, mereka berdua mencium gelagat mencurigakan, sesuatu yang berujung penipuan, suatu tipu muslihat yang sengaja ditujukan kepada mereka (pikir mereka menerka-nerka). Hingga pada akhirnya, segala panca indera menyimpulkan bahwa tak seorangpun berada di sana. Sementara itu, dimana keberadaan orang yang mengirim pesan? Entahlah... ia seakan ditelan bumi karena hilang dari peredaran.

Wajah memerah, alis bergerak ke tengah, tatapan yang semakin tajam, juga mulut yang terus menyeletuk lama-kelamaan tertangkap oleh vidio yang diunggah oleh salah satu temannya yang baru datang. Vidio itupun akhirnya berhasil memperkeruh perasaan perempuan yang penuh kekesalan.

"Siapa sih yang bilang udah pada kumpul di Gor?! Mana?! Mana?!!" Ucapnya dengan lantang dibumbui nada sindiran.

....dimana keberadaan orang yang mengirim pesan? Entahlah... ia seakan ditelan bumi karena hilang dari peredaran.
Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

8 komentar

  1. Baguuss, ini ada lanjutannya ya kak?

    BalasHapus
  2. Ditunggu part selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap. Walaupun masih belepotan, "siap" dulu deh hehe

      Hapus
  3. Yaa Allah benarkah? Masih belum bener-bener PD ni, jadi kepengen buru-buru ikutan materi besok uuuu

    BalasHapus
  4. Senyum2 sendiri baca nya he... Soalnya kebayang gimana situasinya wkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahhah pasti. Btw teh Yul kan udah lama nunggu di GOR ya?

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email