35 Kata-kata Puitis Tentang Cinta Anti-Mainstream Khusus Buat Kamu!

11 komentar


Kata-kata terkadang perlu diundang. Bukan karena kita tak mampu bicara.
Namun, ada sensasi khusus yang begitu terasa~

Baiklah... 

Bagi kamu pecinta kata-kata puitis tentang cinta yang tentunya anti-mainstream, dengan senang hati kupersembahkan 35 diantaranya.

Silakan...

  1. "Hilang? Padahal tak pernah ada. Pergi? Padahal tak pernah datang. Semu."
  2. "Sungguh. Tawa terbalas memang menyakitkan, senyuman yang sekilas memang meragukan, dan asa yang terhempas benar-benar melelahkan. Cukup sampai disini! Saatnya kembali ke tempat semula. Teman."
  3. "Untukmu yang berada jauh di sana. Apakah kamu tak pernah berpikir tentang sakitnya dipaksa menyingkir? Aku yang melihatmu bercengkerama begitu akrab bersamanya ini, hanya bisa tersenyum menahan pilu di dada. Semilir angin surga berhembus begitu nyata beberapa detik lalu, tapi sayangnya aku salah mengartikan tujuan wewangian itu. Jadi, kemanakah harus kulabuhkan sekeping hati yang terpaksa menyepi?"
  4. "Jangan pernah melupakan prioritas meski begitu banyak aktifitas! Apalagi, aktifitas yang memang terkontaminasi oleh mereka yang sekedar melintas."
  5. "Terkadang indahnya sesuatu harus dilihat  dari sudut pandang yang tepat terlebih dahulu"
  6. "Saat rasa jenuh membuat kita rapuh, maka dirimulah yang salah. Ya, dirimu tentu salah, karena mengharapkan mereka yang jelas-jelas tak searah. Jadi, lepaskan belenggu yang mengikatmu, agar kegelisahan berhenti menghantui di sisa waktumu itu. Karena seseorang yang benar sehati, takkan membiarkanmu berjalan sendiri"
  7. "Aku tak butuh belas kasihan. Ku tak butuh senyum kepalsuan. Karena yang kucari bukanlah mereka yang pandai memuji. Namun, siapa yang benar-benar tulus memberi."
  8. "Jika kau pikir aku melupakanmu, kau salah. Jika kau juga berpikir ku tak lagi peduli padamu, kau pun salah. Dan jika kau mengira ku menjauh darimu karena tak lagi cinta, kau jelas-jelas salah. Memang ada alasan di setiap perlakuan... Namun, alasanku menjauh darimu bukanlah tak lagi cinta. Tapi, ada rasa kecewa yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Mengertilah..."
  9. "(#OnetheBackofTree) Di balik pohon ini, ada seseorang yang sedang menjauh dari keramaian karena sebuah hal yang dikatakan kecemburuan. Dia mengaku sebagai muslimah, namun jauh dari kata syari'ah. Dimana dirinya mengharapkan kebahagiaan dari perantara sang Khaliq dan membuat semua hal bertambah rumit."
  10. "Kadang aneh, ia aneh. Mari pejamkan mata, sekali ini saja. Setelah tenang, baru lanjutkan perjalanan. Luruskan niat, kuatkan tekad. Kini sudah cukup, mari pulang! Fokus."
  11. "Sebagai perempuan, mengungkapkan rasa dan menanggapi rasa memang harus di saat yang tepat. Karena apa?Karena setiap rasa ada tindak lanjutnya. Pertanyaannya, tindak lanjut seperti apakah itu? Jawabannya tanyakan saja pada hati, karena setiap orang punya prinsip yang berbeda dalam hal ini."
  12. "Setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan saat raga tak bisa bertemu sekarang-sekarang"
  13. "Greget itu saat ngirim pesan susahnya kaya panjat pinang. Udah hampir naik jatoh lagi. Naik lagi, jatoh lagi. Kalo emang naik, kebetulan aja tiangnya udah nggak licin"
  14. "Kini, sudah masanya huruf kapital diakhiri titik. Ini hukum alam. Santai"
  15. Hal terumit dan termengagetkan yang pernah kutemui. Untuk ke sekian kalinya, mari kembali!"
  16. "Mentari... Muncullah. Terangilah. Berikanlah ia kengahatan dengan sinarmu"
  17. "Bukankah mendung tak berarti hujan?"
  18. "Ketika kita sudah tahu bahwa kita salah menyikapi titik tertentu, maka itulah salah satu pembelajaran bahwa kita harus memikirkan jalan apa yang akan kita ambil kemudian. Percayalah... Bukan hanya kamu yang kecewa, tapi kami pun punya perasaan yang tak jauh beda. Di pukul 00:00 pelepasan tanggal cantik 19/09/2019, izinkan aku berkata bahwa inilah kelemahanku dalam merespon sesuatu, tapi biarkan aku belajar dari ini dan tunggu, lalu bimbinglah dalam merumuskan formula terbaik yang kau nanti"
  19. "Begitulah romantika kehidupan. Tak ada kebahagiaan yang abadi di dunia ini. Semuanya silih berganti. Seperti halnya siang dan malam, seperti halnya senyummu yang terkadang tertutup gemawan. Percayalah... ku tak terfokus pada sisi kurangmu, justru aku menyalahkan diriku atas ketidakmampuan diri ini dalam memahami situasi yang menghimpit duniamu."
  20. "Kita tak pernah tahu apa yang dipikirkan seseorang tentang kita atau apa yang tersimpan di hatinya mengenai kita. Tapi, akan selalu ada alasan di setiap perlakuan"
  21. "Karena yang mudah datang tentu akan dengan mudahnya pergi..."
  22. "Tak ada yang tahu apa yang kan terjadi kemudian. Karena nyatanya, sesuatu yang pernah ada di genggaman sekalipun bisa saja hilang"
  23. "Ada baiknya kita mundur selangkah, meniti jalan lalu yang perlu diubah. Hentikan celotehmu tentang penilaian manusia, siapapun itu! Termasuk orang yang kamu cinta. Kau tahu? Di hari nanti semua akan dikumpulkan kembali dengan yang mereka cinta. So, jangan keliru mempersembahkan cinta. Cinta kepada Allah sekuat Rabiatul Addawiyyah atau cinta kepada Rasulullah seperti imamHusyaeri. Kita? Masihkan hal dunia mengambil alih isi hati dan kontrol diri?"
  24. "Kali ke berapa kamu begini, karena hal ini?"
  25. "Ada sesuatu yang hambar hari ini..."
  26. Tiba-tiba bersayap. Namun, pada akhirnya tersayat. Kukira waktu membuatnya mengerti bahwa ada sikap yang memang tak bisa begitu saja ditoleransi. Dan saat emosi naik-turun tak karuan. Apakah memang harus kembali ditelan?!"
  27. "Datang dan pergi. Bak lelucon di siang hari!!"
  28. "Rasa semangatmu berakar dari apa? Senyuman yang menghiasimu ditopang oleh apa? Atau mungkin siapa? Ah, sudahlah. Say hamdallah di segala keadaan, begitu baiknya"
  29. "Bedakanlah antara pihak ke tiga dengan orang ke tiga."
  30. "Bila Anda bertemu orang yang dapat mengocok perut Anda, bahkan mengaduk perasaan Anda, sungguh beruntunglah Anda."
  31. "Hujan mereda, namun segudang rindu berbumbukan asa masih saja menggelora. Selamat pagi duniaku... Segeralah terbit. Lekas membaik."
  32. "Salah satu indikasi bahwa suatu hal memang berharga adanya adalah ketika hanya air mata yang mampu bicara" (2012-2020)
  33. "Banyak yang terjadi dalam hidup ini, yang tak jarang keadaan mengkontaminasi kestabilan raga dan rasa. Kepada orang-orang yang telah bersedia ada dan bersama-sama menghadapi segalanya, meski tak selamanya bahagia. Kucapkan terimakasih sebesar-besarnya"
  34. "Air mata mudah jatuh, hati mudah luluh, dan sikap mudah terbawa suasana. Benar. Itulah secarik kekurangan yang ada. Maafku kepada banyak orang karena sampai detik ini belum bisa mengontrol hal tadi. Pun belum dapat menempatkannya pada konteks yang tepat. Bolehkah aku tetap belajar? Bukan berhenti di kata sekedar?"
  35. "Menghangatkan raga, walau hati terluka. Mencoba tenang, walau ada yang menggenang"
Itulah segelintir kata-kata tentang cinta dan antek-anteknya.
Namun, benarkah cinta merupakan hal-hal semacam tadi?

Manusia adalah makhluk yang berperasaan. Dia senang dan bahagia bila orang lain menghargai dan menghormati perasaannya. 
(Dalam buku: The Great Personality, 35 Rahasia Kepribadian Kharismatik. hlm. 175)

Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

11 komentar

  1. Udah lama enggak mikirin cinta. Soalnya dia ada terus ngikutin. Seringnya berjalan berdampingan, beriringan. Jika berhenti pasti bersamaan. Terlelap dalam satu alas dan penutup yang sama. Lalu menua bersama Cinta. Hadeeeee bucin mode On

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fase cintanya udah tinggi niii. Bikin yang baca manggut-manggut, nahan senyum, dan tepuk jidat hihi.

      Langgeng terus yaaa akang dan pasangan. Semoga cinta yang ada selalu terpupuk dari waktu ke waktu~

      Hapus
  2. Itu mikir buat bikin 35 qoutes mantuls gitu, perlu pengahyatan berapa lama, Kak. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah berapa lama menghayatinya, Kak. Yang pasti, 35 quotes ini menemani perjalanan yang bahkan lupa di awali dari kapan.

      Kata-kata ini merupakan kumpulan dari kejadian dengan sistem kredit berkepanjangan. Bukan dibuat di suatu hari apalagi di satu hari. Hehe

      Hapus
  3. Balasan
    1. Yah, request? Insyaa Allah

      Tapi gak sekarang-sekarang gapapa ya?

      Hapus
  4. Ada sesuatu yang hambar Hari ini..

    Mungkin cinta itu kayak garam ya, mbak? Sebagaimana alasan penciptaan itu adalah cinta yang diakhiri cinta..

    Wuih..udah lama nggak ngomongin cinta 🥰 refreshing juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu, cinta bak bumbu penyedap rasa hehehe

      Alhamdulillah yaaa walau refreshingnya masih sederhana banget. Yang penting ngecharge semangat walau sedikit.

      Makasih, Kak. Udah ninggalinn jejak untuk pertama kalinya. Uuuuuu bersejarah♡

      Hapus
  5. Balasan
    1. Hehe kealayan itu kadang kala berguna, Kak.

      Hapus
    2. Mmmm lebih tepatnya diperlukan~

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email