disuduthari header

Puisi di Harlah PMII ke-60 : Langkah Satu, PMII-ku

Posting Komentar


 LANGKAH SATU, PMII-KU
Oleh : Maria Ulfah

Langkah gontai, langkah tak bertuan, adakah?
Langkah percaya diri, langkah berorientasi, harusnya.

Satu barisan, satu jiwa.
Pembela bangsa, penegak agama.
Indah terdengar, nyaman terasa.
Namun ingatlah, ini butuh genggaman yang lebih erat dari biasanya.

Setujuan mestilah sejalan.
Sefrekuensi mestilah menghiasi.
Kesampingkan ego demi hal yang lebih besar.
Perjuangan kita butuh ruang lebih lebar.

Intelektualitas tergaung keras.
Spontanitas nyatanya tak memiliki kelas.
Kecerdasan intelektual memang sebagai modal,
Tapi tak ada salahnya keseimbangan tetap kita jaga agar tak timbul sesal.

PMII...
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia...

Tertancap kuat sebagai benteng.
Berdiri tegap sebagai mercusuar.
Biru kuning yang bersinar,
Adalah tugas kita menjaganya tetap berbinar-binar.

Hegemoni dunia terus mengancam.
Alam kini semakin mencekam.
Kecerdasan spiritual harus gencar kita tanam.
Kecerdasan emosional jangan lupa kita siram.

Kita adalah kita.
Yang kelebihannya melengkapi kekurangan yang lain.
Kita seharusnya kita.
Yang kehebatannya menjadi titik awal, bukan titik akhir.

"Sahabat"
Panggilan hangat.
Elok terucap, namun ada PR yang mesti diselesaikan dengan cepat.
Ya, kata yang sama, haruslah dengan rasa yang sama.

60 tahun usia, sudah tak perlu ditanyakan lagi kau berbuat apa.
Pahit manis, suka duka, asam garam lautan sudah ditelan.
Kini, tinggal bagaimana engkau tetap indah menawan, berjalan elegan, tak tenggelam.
Semua karena terjaganya pergerakan.

Mari seirama... tujuan kita sama...
"Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia".

PMII...
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia...

Aku bangga padamu...
Kami bangga padamu...
Teruslah terpatri, tertulis abadi.
Semakin besar, dan membesarkan tunas-tunas harapan.
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar