disuduthari header

Mengenal Seni Bela Diri Tradisional "Maenpo"

Posting Komentar

 

Hai sobat pembelajar...
Di pertemuan kali ini kita akan sama-sama berkenalan dengan yang namanya "Maenpo". Setelah membaca tulisan ini, semoga rasa penasaranmu terjawab ya.




Maenpopun tidak dikhususkan untuk bentuk badan atau tubuh dan ukuran tenaga tertentu, melainkan  untuk siapapun dengan tidak memandang bentuk fisiknya baik bertubuh tinggi / besar atau pendek, baik yang bertenaga kuat maupun yang bertenaga lemah. Tuntutan dari Maenpo adalah bagaimana dalam mengetrapkan jurus-jurusnya dengan menggunkan otak dari pada otot yang artinya: bila seseorang berbadan kecil dalam menghadapi orang yang berbadan besar tentu mencari akal dan menjalankan siasat agar dapat melawan dengan tenaga yang kecil, karena manusia dapat menambah kekuatannya hanya dengan menggunakan akal dan pikirannya. Berbeda dengan binatang, jika mengadu hewan domba yang jelas harus yang sebanding, karena hewan domba itu tidak memiliki akal dan pikiran, sangat berbeda dengan manusia, jika menghadapi manusia kuat jangan dilawan dengan kuat, melainkan dilawan dengan lemah, dan yang berat harus dilawan dengan yang ringan dan yang cepat harus dilawan dengan yang lambat.Hal ini tentu saja seolah-olah tidak masuk akal dan menyimpang dari logika kita, karena itu Maenpo harus dipelajari dengan rajin, sebab tanpa tekun dan rajin dalam melatihnya, kita tidak dapat memilikinya.Kesimpulannya, MAENPO merupakan seni beladiri tradisional yang ringkas dan unik, serta mengandalkan kecepatan tangan, dengan istilah tangan menjadi senjata atau tanganpun menjadi kaki. [Kalau ingin pandai jangan bertanya pada orang yang bukan ahlinya tetapi bertanyalah pada seorang guru: Tuturan Bapak Utay Mohctar]Itulah sedikit ulasan mengenai apa yang dimaksud dengan MAENPO. Bagaimana? Berniat mempelajarinya? 
"Jangan mengatakan tak bisa sebelum mencoba, jangan terlalu mudah untuk menyerah. Mari kendalikan diri, dan jadi winner sejati di sudut hari"
Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya...

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar