disuduthari header

Kopi, Senja, dan Segala Hal Tentangnya

Posting Komentar


Apakah kamu real penikmat kopi? ataukah penyuka orang yang menikmati kopi?

Kopi merupakan minuman sejuta umat. Dikatakan begitu karena penikmatnya ada di semua kalangan.  Ada banyak hal yang membuat kita suka kopi, entah memang karena tonjokan kafeinnya, atau karena momen khusus yang ada di dalam hidup kita.

Seiring berkembangnya zaman, minuman yang satu memiliki banyak varian rasa. Meski begitu, tetap saja ada kelompok tertentu yang lebih mendewa-dewakan si kopi dengan originalitas tinggi. Tak hanya itu, ada beberapa orang di dunia yang mempunyai kisah menarik dengan mewakilkan momen terbaiknya pada sebuah kalimat, "Kopi, senja, dan segala hal tentangnya"

Sepintas seperti judul buku Boy Candra ya? "Senja, Hujan, dan Cerita yang Usai". Tapi, tidak, tidak, tidak! Kita tidak sedang membicarakan itu.

Berikut salah satu cerita dibalik kalimat "Kopi, senja, dan segala hal tentangnya".

___________________________________________________________________________________
Pagi itu, kulihat seseorang dengan wajah berbinar-binar mendekatiku seraya berkata. "Mau minum kopi bersama?" Dan bodohnya, aku malah mengatakan "ya". 

Singkat cerita, kamipun duduk berjauhan dengan pohon berbadan besar yang menjadi sekatnya. Dengan disuguhkan pemandangan serba hijau, udara segar, suara kicauan dan matahari yang muncul malu-malu, kopi yang tadinya musuh terbesar lambungku, seketika itu bersahabat erat.

Decak kagum yang mewarnai, membuatku terperangah dan tersenyum sendiri. Hingga akhirnya kulihat pemandangan yang lebih indah di sisi sebelah sana. Ya, ia yang mengajakku meminum kopi bersama.

"Siapakah ia?" pertanyaanku itu-itu saja.

Di akhir hari, kami yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dengan angkutan umum yang penuh sesak, mendengar sejuknya lantunan ayat suci al-qur'an. Tak butuh waktu yang lama, sepasang mata memergoki sumber suara merdu ini, tak disangka suara itu keluar dari sosok yang mengajakku minum kopi tadi pagi.

Suasana penuh ketakjuban, ditambah langit yang dipenuhi warna oren kemerah-merahan dengan matahari yang mulai pamit dari pandangan, adalah sebuah perpaduan yang pas untuk menempatkan momen ini pada memori jangka panjang.

Senja. "Inikah yang orang-orang buru keindahannya?" ucapku dalam hati. 

Jujur, dalam satu tahun ini, kopi, senja, dan segala hal tentangnya adalah menu favorit dalam keseharianku. Karena kejadian satu hari itu, aku mengubah prinsipku yang tak ingin dijodoh-jodohkan. Kini, aku bahkan senang dan bersyukur orang tuaku membuat perjodohan ini. Ya, kami telah menjadi partner hidup. Dan ia yang mengajakku minum kopi adalah suami dan ayah dari si kecil yang dalam kandunganku yang baru beberapa minggu ini.
___________________________________________________________________________________

Uuuuuu.... itulah salah satu cerita dibalik kalimat eksentrik dari judul tulisan kali ini.

Apa kamu punya cerita juga? Boleh dishare di kolom komentar ya...

Suatu kejadian akan tersimpan dengan apik saat dibumbui hal menarik. Terima kasih telah bersedia bertemu lagi, walau kita hanya berbincang ringan di sudut hari.

Salam hangat untuk orang-orang hebat:)

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar