disuduthari header

Semoga Tetap Ramai

Posting Komentar
Semoga Tetap Ramai

Sebuah pesan mendarat tanpa diminta. Sebuah pesan yang berisi panggilan manis darinya. Diri hanya bisa berkata "ya". "Otw" sebagai jawabannya.

"Ah, lucu sekali!" Mengingat betapa mudahnya aku ceria berkat hal tadi. Meski segalanya masih harus ditunda terlebih dahulu. Namun atmosfer kedatangannya tak pernah gagal memenuhi ingatanku.

Oh iya, ia baru saja akan membaca al-Qur'an, saatku datang. "Tidak!" Tentu saja aku malu di posisi itu. Aku akan kembali. Aku tersentuh tuk melakukannya juga. Ya, mungkin ini yang namanya dakwah dengan perbuatan. Harusnya kupanggil ustadzah? Hihi, semakin religius akhir-akhir ini. 

Akhirnya, #dudukdadakkata tercipta...

Hai, bunga-bunga bertebaran di udara. Hangatmu menguasai suasana. Tak perlu barang mahal yang kau beri, itu tak ada artinya dengan perangaimu yang menjadi inspirasi. 

Aku tak pernah bisa berhenti berkata "ya" dalam banyak hal. Saat kata 'tidak' terpaksa tersemai, sungguh semoga ada hal lebih baik yang membuat sekelililngmu ramai.


Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar