disuduthari header

Saat Ide Menjadi Barang Langka

Posting Komentar

Saat ide menjadi barang langka

Hai, teman-teman!

Beberapa kali aku dihadapkan dengan writer block hingga ide menjadumi barang langaka. Kata orang, ia datang karena kita tak punya rancangan. Content planner contohnya. But, tak semuanya begitu kok. Kadangkala, rancangan ada, namun raga dan rasa tak mau diajak bekerjasama. So, kalau sudah begini harus bagaimana? (Sementara tugas menulis per hari di komunitas ODOP tetap berjalan tanpa menunggu kita yang sedang di titik ini).


Hehe, yuk ah jangan dikalahkan sama keadaan! Tulis saja apa yang ada di sekitar kita. Hitung-hitung uji kepekaan. Hitung-hitung uji keatifitas. Sekaligus juga penilaian keadaan kita, karena di saat yang serba dadakan, isi tulisan merupakan dominasi isi pikiran. Dududududu...


Aku pakai metode challenge mini gitu sih. Jadi, kusuguhkan kata benda yang ada di ruangan, untuk dijadikan kalimat. 


Hihi, ini hasilnya!


#lampu

#kamar

#kasur

#buku


Cahaya #lampu berkerlap-kerlip di depan mataku. Berwarna-warni bak hari-hari ketika kau masih disini.


#Kamar menjadi saksi bisu saat senyuman demi senyuman timbul di sudut bibirku.


Ah, lelah rasanya... berjuta kenangan terus saja meminta diulang. Detik ini, biarkan kuhempaskan raga terlebih dahulu ke atas pangkuan #kasur yang memberi rasa nyaman, walau sedikit. 


Tak lama kemudian, saat bibirkupun belum kering sehabis berkata-kata, kudengar teriakan #buku-buku favoritku yang demo kapan teori-teorinya terealisasi. Oh sungguh,  aku lupa bahwa sudah seharusnya diri ini berbenah dari segalanya.  


(Dibuat tanggal 7 September 2020)


Hmmm, gimana? Ada yang tertarik coba?

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar