disuduthari header

Bukan Salam Perpisahan

Posting Komentar

 

Bukan salam perpisahan

To: Silpa Sagera (Mpoot)


Salam perpisahan nyatanya terlalu sendu tuk hadir di tengah-tengah kita.


Ya, kau dan aku.

Sepasang musuh pada zaman dahulu. Namun, best friend di masa kini.


Kau pernah pergi. Lalu datang lagi. Kau pernah mencabik hati lalu tanpa bersalah kau ketawa-ketiwi. Tak apa. Semua yang pernah ada begitu berharga dan indah dengan pahit dan manisnya yang unik.


Kau telah menjadi wanita yang tangguh. Tak sekedar cantik, tapi juga gigih dan beraura postif. Aku yakin, apa yang ada di hadapanmu saat ini dan nanti selalu bisa kau hadapi dengan baik. 


Kau mengajarkanku untuk berhenti menangisi sesuatu. Kau membuatku memahami arti ketenangan. Enjoy. Santai. Ceria. Begitulah dirimu. Usil. Jail. Ngeselin. Hal-hal yang mengimbangi sisi menakjubkan yang lain. 


Teruslah menjadi pelita di tengah gelap. Air di tengah dahaga. Dan hujan di tengah gersang. 


Semangat selalu Si Penyebar Semangat :D


#Sukabumi-Bandung

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar