Yang Merajai Hari

Posting Komentar

merajai-hari
sumber gambar: pixabay.com

Berkata seakan tertawa. Bercerita seakan memberi rasa.

Tak mengerti. Sungguh tak mengerti. Bagaimana bisa satu nama begitu memberi arti?

Kau kesana kemari. Dengan luwesnya kau jawab segala pertanyaan yang mendarat di hadapanmu.

Katamu, bete juga terkadang datang. Itu salah satu alasan kau nekat berjumpa, walau via suara. 

"Enakkan bakso atau mie ayam?"

Sungguh, menjawab ini saja aku dilema. Yang mana pun asal jangan berlebihan, asal keinginanmu (tanpa paksaan).

Kau teramat baik. Tak menginginkan lawan bicaramu kecewa. Aku berterima kasih untuk itu.

Meski sesekali terjadi gesekan, nyatanya kau perlihatkan apa yang disebut kedewasaan. Ada saja titik temu kita. Dan itu yang sedang aku identifikasi. 

"Selamat menjalani hari"

Silakan cari moodbooster terdekat. Makanan dan minuman itu? Boleh, tapi harus tahu kapan berhenti.

"Oke?"

Seseorang bisa merajai harimu, jika kau jatuhkan hati pada nama itu.
Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email