Serangan VAK (Tips Menyerap Informasi dengan Cepat)

Posting Komentar
(sumber gambar: pixabay)


Pernah mendengar gaya belajar yang tiga?

Di sebuah acara yang dinaungi sebuah komunitas di Bandung, aku pernah dikejutkan dengan sebuah percobaan oleh seorang trainer. Ceritanya, kami melakukan 3 kali percobaan dengan 3 hal yang berbeda, pertama kami semua menutup mata, kedua saya lupa (hehe), ketiga tangan dikepalkan. 

Nah, di setiap percobaan yang kami lakukan, kami harus mengikuti intruksi dari trainer tersebut. Misal, percobaan pertama adalah menutup mata, kami harus mendengarkan kata-katanya, mensugesti diri kami tentang sesuatu, dan akhirnya kami disuruh membuka mata. Menariknya, sebagian dari kami merasa kesulitan saat membuka mata, sampa akhirnya diberi intruksi lanjutan oleh trainer tersebut, sehingga sugesti yang tertanam lepas. "Apa beratnya? Kok sampai lebay gitu sih buka mata aja?!" Ucapku dalam hati.

Namun siapa yang tahu, saat percobaan ke tiga aku yang terjebak. Saat ingin melepaskan genggaman tangan, sungguh serasa lengket, serasa dilem, "kebayangkan?" Dan setelah semua percobaan selesai, diberilah kami penjelasan, bahwa percobaan yang kami lakukan adalah salah satu cara untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar kita. Dan aku termasuk club kinestetik hehe. 


Apa hubungan gaya belajar yang tiga dengan menyerap informasi dengan cepat?

Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) adalah gaya belajar yang merupakan pendekatan dalam pembelajaran. Ketika kita megetahui gaya belajar ini, selanjutnya kita terapkan teknik belajar yang cocok dengan tipe belajar kita, agar apa? Agar dapat belajar dengan alamiah, karena yang alamiah akan mudah, dan yang mudah otomatis cepat.

Maka dari itu, hubungan gaya belajar dengan menyerap informasi dengan cepat, bisa dikatakan hubungan sebab-akibat. (Boleh dikoreksi kalau kurang tepat)

Intinya, kalau mau mempelajari sesuatu dengan cepat (mudah-alami), maka gunakan teknik-teknik yang cocok sama gaya belajar kita.


Strategi Visual

Teknik yang cocok untuk gaya belajar ini diantaranya:

1. Buat peta konsep - peta memori.

2. Duduk dengan tenang, lalu visualisasikan subjek yang kita pelajari.


Strategi Auditori

1. Bacalah suatu subjek dengan dramatis

- sisipkan bahasa asing/hal unik;

- berbisik.

2. Rangkumlah dan ucapkan dengan lantang.


Strategi Kinestetik

1. Berjalan-jalan saat membaca atau mendengarkan materi pembelajaran.

2. Pertimbangkan lebih baik di meja belajar atau pakai cip board (semacam papan ujian) yang bisa dibawa kemana-mana.

3. Tulis materi pada kartu-kartu indeks (ukurannya selerti kartu post), sehingga bisa dibawa kesana-kemari, atau ditempel di stairofoam.

4. Buat catatan tentang materi (bisa di buku tulis, dsb).

5. Belajar bareng/berkelompok.

6. Tandai materi inti dengan stabilo, dsb.

7. Baca ulang (di bagian-bagian yang dirasa sulit).


Teman-teman, meski dikatakan seseorang cenderung di gaya belajar tertentu, tapi yang paling baik adalah kita menggabungkan ketiganya. Karena apa? Karena otak kita menyimpan informasi dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan, di bagian otak yang berbeda. 

Perlu direnungkan:

Semakin banyak kita melihat, mendengar, mengatakan, dan melakukan sesuatu, semakin mudah sesuatu dipelajari. Rata-rata, kita mengingat:

20% dari yang kita baca

30% dari yang kita dengar

40% dari yang kita lihat

50% dari yang kita katakan

60% dari yang kita kerjakan

90% dari yang kita lihat, dengar, katakan, dan kerjakan sekaligus.

Lalu, gimana belajar dengan menggabungkan semua unsur itu? Jawaban dengan 'serangan VAK'.


'Serangan VAK'

Umumnya, tanpa kita juga sudah kita praktikkan. Salah satu contoh mengkombinasikan ke tiganya (cara belajar multi-sensori) boleh jadi akan sesederhana berikut:

- Membaca dan memvisualisasikan.... (kita melihatnya)

- Menyusun pertanyaan dan merekam jawaban keras-keras... (kita mendengarnya)

- Menulis butir-butir penting suatu subjek pada kartu-kartu indeks & menyusunnya dalam urutan logis.... (kita menanganinya dengan fisik)


Baiklah, itulah pembahasan kita tentang 'serangan VAK' (tips menyerap informasi dengan cepat). Gimana? Tertarik?


Referensi:

- Buku Accelerated Learning for 21st Century (Cara Belajar Cepat Abad 21)


Belajar bukanlah perkara duduk di kelas dan mencatat saja, namun ia adalah proses panjang yang menyenangkan. Jika belajar tidak membuat kita senang, maka ada yang salah dengan strategi belajar kita.


Pembelajaran berbanding lurus dengan besarnya kesenangan orang yang belajar.

(Bob Pike, Creative Training Techniques)


Semoga bermanfaat... Kalau ada tips lainnya oleh share di kolom komentar ya!

See you...


#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPBatch8

#TantanganPekan4

Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email