disuduthari header

SAYANG, ILUSI

3 komentar

Berbunga. Berdarah.

Berirama. Berbantah.


Konspirasi mengintai titik celah. Menyelinap ke ruang-ruang berulah. Dibawanya bingkisan hati. Benarkah itu suci?


Tak ada hak menghentikan laju. Tak ada kewajiban untuk menjamu. Setitik asa siapa yang bisa menyalahkan. Namun rasa di tempat lain, boleh kiranya ditelaah lebih dalam.


Tak jarang, waktu membuat teka-teki berulang. Sesekali ia memperlihatkan pada nilai yang dipegang. Sudahkah di jalan yang benar, atau terhenti sementara di kata 'menyimpang'.


Sayang, semua yang ada di dunia ilusi semata. Bahkan realita tercipta oleh pemegangnya. Lalu, mana yang paling baik? Tak ada, semua penduduk semesta masih berproses ke arah yang sama. Harusnya.


Duduklah terlebih dahulu. Pejamkan kedua matamu. Telusuri setiap jengkal bilik kalbu. Apa tujuanmu?


# OneDayOnePost # ODOP # disuduthari # apa

# mana # tulisanbicara

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

3 komentar

  1. Selalu suka sama puisinya kak, beneran aku minta diajarin yaa, atau bagi tips nulis puisi yg sekeren kakaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih♡... Tapi beneran, belum bisa ngasih tips dan segala macemnya masih ngalir aja hehe

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email