disuduthari header

PENYELAMAT HATI

14 komentar

sumber gambar: pixabay.com

Senyum nyata kau yang punya.
Paling bersinar ditengah kerumunan.
Senyum itu menular, hati-hati.
Celotehmu, menjadi sugesti.

Cuaca hati sedang tak bersahabat.
Untung saja, masih ada senyum hangat.
Tak perlu banyak-banyak.
Sedetik saja begitu melekat.

Kau menarik. Pandai memikat hati.
Bukan dengan segudang modus.
Bukan seperti semangkuk bakso yang rasanya selalu mulus.
Kau tulus. Dan itu yang tak bisa dibeli.
Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

14 komentar

  1. Aseeekk ada baksonyaaa.. jadi lapar wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahah mari cari. Bahagia kita yang cipta hihi

      Hapus
  2. Senyum yang tulus emang jadi penyelamat hati banget sih ya mbak 🤭 hehe

    BalasHapus
  3. Keren. Ada bakso-bakso nya. Jadi pengen maem bakso di musim hujan seperti ini hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi betul Kak, anget-anget dimakannya. Dua tiga sendok sambal.. Jadi sadar, kalau cara bahagia itu sederhana~

      Hapus
  4. hehehe, aku ketawa pas baca kata bakso. seketika otakku dipenuhi bola-bola daging yang doseduh kuah panas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah wah, beneran kepengen liat pas ketawa hihi. Iya dia terkenal banget yaa..

      Hapus

  5. Yay, mampir ke sini sih selalu bisa senyum dong. Asik puisi nya😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillab tapi ada kalanya hambar, pedas, bahkan asem hehehe

      Makasih Kak, supportnya~

      Hapus
  6. Ketulusan memang tak bisa dibeli dengan uang sebesar apapun :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Kita juga gak bisa menilai ketulusan seseorang. Yang pasti, kita harus jadi bagian dari hal mewah ini~

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email