Perjalanan Kita

4 komentar

(disarakankan menyantap tulisan ini dengan tambahan backsound: Jikustik--Puisi sebagai pelengkap)

Apa yang terjadi?
Tiada terduga, saat ini kita sedang menapaki langkah di pekan ke tiga. Sungguh, tak pernah terbayangkan seperti apa diri ini jika tanpamu yang dengan tulus membersamai. 

Kau beri dukungan. Kau tularkan rasa semangat. Seringkali menjadi inspirasi dari tulisan demi tulisan yang kurangkai dengan hati. Terimakasih.

Kita memang orang asing yang berpapasan pada awalnya. Namun, semakin lama semakin terasa nyata hadirmu di depan mata. Hadir berjuta rasa yang berhasil melengkapi hari. Hadir bermacam alasan bahagia dari aktivitas sederhana yang kita jalani. Manis.

Hari-hari berat, hari-hari yang butuh energi ekstra, tak jarang membuat kata letih bersarang. Tapi nyatanya, langkah ini tetap  bisa terayun. Tentu salah satunya karena kamu yang tetap ada meski di situasi yang bahkan membuat kita tertegun.

Kebersamaan ini kuharap berlangsung bukan satu atau dua bulan ke depan, tapi selamanya. Sama atau tidak bentuk interaksi kita, yang pasti tak ada kata atau perilaku yang membuat kita saling menyakiti. Saling egois hanya karena segenggam ambisi. Ingat, kita adalah bagian dari satu. Kita mestinya tak saling menggerutu.

Selamat yaaaa... Selamat telah berhasil mencapai titik ini bersama. Kupercaya, semuanya akan berkembang menjadi lebih dari apa yang kita pikirkan. Menyenangkan bukan saat kita menggapai kesuksesan demi kesuksesan? Siapa bilang kesuksesan itu harus hal yang besar, karena menyelesaikan tugas per hari saja, berhasil melukiskan senyum bahkan tawa di wajah kita. Betul tidak?

Percakapan yang kita lakukanpun, tak ada hentinya kuanggap unik. Bagaimana mungkin kita bisa merasa saling mempengaruhi hanya karena ketikan di ujung jari? Tapi itu benar! Aku merasa begitu senang, hanya karena sebilah komentar. Lucu.

Kita sedang berada di titik ini, melangkah bersama walau dengan tujuan yang mungkin berbeda. Tak apa, karena di situlah letak dari keindahan tertata~

Mimpi atau cita-cita terasa lebih indah jika bisa diraih bersama-sama (kata-kata di pegangan kertas teh SariWangi)

Sampai jumpa lagi...
Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

4 komentar

  1. Penyemangat di pagi hari
    Selamat dan semangat juga kak Ulfah!
    Ayo lulus sama-samaa hahaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uluuuuh alhamdulillah ada yang tersemangati~ Btw komentar ini juga jadi penyemangat balik lho hehe
      Asyiaaaap....
      Ayo dongss!!

      Hapus
  2. Terenyuh bacanya... Jadi inget waktu awal-awal ngODOP dlu...

    Tadinya orang asing... Sekarang udah kayak saudara... Rindu tim Sapporo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa masa-masa itu gak bakaln mungkin terlupa~
      Tim Sapporo? ODOP tahun lalu?

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email