disuduthari header

Sebenarnya, Menulis Itu Gimana Sih?

3 komentar

Hello every body! kali ini kita akan membahas salah satu aktivitas yang cukup seru untuk diperbincangkan. Ya, ia adalah sosok yang kita kenal sejak kecil, ucapkan selamat datang kepada "menulis!"

Ketika mendengar kata kerja yang satu ini, tentu respon tiap orang berbeda-beda. Ini merupakan fenomena wajar karena minat atau ketertarikan tiap orang tidaklah sama, belum lagi background dan lingkungan yang mengililingi tiap individu tentu rupa-rupa.

Ketika seseorang mengatakan tidak suka menulis, belum tentu ia tidak bisa menulis. Coba kita pikirkan, sebetulnya aktivitas yang satu ini tak pernah lepas dari kehidupan kita bukan? Contohnya berchatting ria dengan orang yang kita sayang...Ahahhah ya, sesederhana itu.

Tapi, kenapa ya menulis itu seakan hal yang berat?

Hmmm... mari kita lihat terlebih dahulu arti dari kata 'menulis' menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)!

Menurut KBBI, 'menulis' adalah (1) membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya); (2) melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang,membuat surat) dengan tulisan; (3) menggabar; melukis; (4) membatik (kain).

Wow! kata yang satu ini ternyata mempunyai banyak arti, lalu perbedaan penafsiran kata 'menulis' yang ada di masing-masing benak tiap orang dapat menjadi salah satu alasan mengapa menulis itu dikatakan sulit, susah, sukar hingga seakan membuat otak meledak!

Intinya, sekedar menulis itu memang sangatlah mudah. Namun, untuk tulisan tersebut dapat diterima secara kaidah kebahasaan tentu hal yang berbeda.

Okey, kita kembali ke pembahasan awal, "menulis itu gimana sih?"

Seperti halnya berbicara, menulispun sama. Ya, sama, sama-sama mempunyai tujuan menyampaikan pesan.

Jika kita ingin tulisan kita bertambah baik, pelajari kaidah suatu tulisan. Ingin berjenis non-fiksi pelajari kaidahnya, ingin fiksi pelajari juga. Pun, jika kita ingin tulisan kita semakin berbobot, perbaiki kualitas kita, kualitas keilmuan, kualitas akhlak dan yang lainnya.

Bukankah hidup adalah pembelajaran, yang mana kita menginjak satu titik ke titik lain? Mencerna peristiwa demi peristiwa untuk diambil hikmahnya?

Sesederhana itu. Buatlah sesederhana itu!
Ingatlah tujuan kita dalam semua hal -- tak terkecuali aktivitas menulis ini.

Akhir kata, salam semangat untuk "para pembelajar hebat!"

"Tak ada hal yang lebih berat dari mengalahkan diri sendiri. Mari ganti ketakutan dengan sedikit keberanian! Mari memupuk diri dan sampai ketemu di sudut hari..."







Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

3 komentar

  1. Aseeek. Sudut hari punya jargon nih. Mari memupuk diri dan sampai ketemu di sudut hari.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah bisa jadi jargon juga ya... hehe

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email