disuduthari header

Apa Inti dari Kasih Sayang?

Posting Komentar


"Apa inti dari kasih sayang?" Begitulah kalimat yang tiba-tiba saja menyeruak .


Sebagai manusia yang tak bisa lepas dari interaksi sosial, tentu bukan hal asing lagi saat kita mendengar kata "sayang", sekali lagi, "sayang"...

Jujur, ini kali pertama saya menulis lagi di blog, setelah kemarin sempat vakum karena satu dan lain hal. Setelah mengevaluasi diri selama kevakuman saya itu, saya sadar tulisan saya ini memang baru berisa curhatan atau pengalaman saya pribadi, namun bukan tidak mungkin kedepannya ada banyak hal yang dapat kita bicarakan dan kita bagi sama-sama lewat media ini.

Hai kamu yang sedang menatap layar digital! menurut kamu inti dari kasih sayang itu apa sih?... Aku benar-benar penasaran apa jawaban yang ada di benak banyak orang ketika ditanyai pertanyaan ini.

Baiklah, kasih sayang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti: (1) cinta kasih, (2) belas kasihan.


Namun, inti sebenarnya dari kasih sayang tidaklah sesingkat itu. Ia adalah hal sakral yang perlu pembuktian, bukan sekedar kata-kata manis yang diperdengarkan. Ia tak bisa dijamin ada hanya karena mulut yang berkata, justru kita bisa memastikan keberadaannya hanya jika memberi tanpa mengharap kembali, tanpa ada hal yang diambil sebagai upah kebaikannya.

Yaps! Kebaikan tanpa syarat dan tak berjeda.

Tapi ya kita tahu sendiri, buah kebaikan akan selalu menjadi milik si penanam. Dinikmatinya sekarang (di dunia) atau nanti (di akhirat) adalah perkara lain, yang terpenting mari kita berkasih sayang dengan versi kita masing-masing.

Kita tentu punya peran tersendiri di muka bumi, baik di hadapan yang Maha Kuasa, di dalam keluarga, di lingkungan pertemanan-masyarakat, dan bahkan alam ini bukan? Dengan melakukan semua peran semaksimal mungkin, maka pembuktian kasih sayang kita pada diri sendiri dan segala yang di sekitar kita pada hakikatnya tengah kita bangun sedemikian rupa.

Salam semangat untuk "kita"...

"Jika lelah beristirahatlah, jika tak sanggup menengadahlah, jika merasa sendiri, sampai ketemu di sudut hari..."



Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."
Lebih baru Terlama

Related Posts

Posting Komentar