disuduthari header

Terlukis Indah Ziva Magnolya & Rizky Febian (Lirik-LV-Reaction)

2 komentar

Menonton reaction Terlukis Indah Ziva, sungguh menjadi mood-booster untuk diri ini. Ya, kegemaran mendengarkan musik mendekatkanku pada penyanyi Indonesia ini. Bersama Rizky Febian, Ziva mengeluarkan single terbarunya menyusul Terlanjur Mencinta, Mata-mata Harimu, dan Sampai Kapan.

Oh ya, kutulis ini sebagai arsip lagu yang kusuka dan tentu saja kalau suka juga boleh kita nonton sama-sama. Lalu, ini untuk tugas Blogspedia juga, hehe. Partners, are you ready? Go!


A. Lirik

Terlukis Indah


Verse I

Semenjak pertama

Kujumpa dengannya

Ada rasa yang berbeda

Kutatap wajahmu tanpa ragu-ragu

Kumulai tersipu

Oh inilah

Cinta pertama bagi diri ini

Takkan ada yang bisa mengganti

Semua rasa ini padamu


Reff

Kumulai merasakan rasa cinta

Cinta yang tumbuh di setiap saat

Kulukis sebuah kisah yang nyata

Agar semua tak berakhir


Verse II

Kini kita bersama

Dan mulai semuanya

Dan yakinkan hati kita berdua

Oh inilah

Cinta pertama bagi diri ini

Takkan ada yang bisa mengganti

Semua rasa ini padamu


Reff

Kumulai merasakan rasa cinta

Cinta yang tumbuh di setiap saat

Kulukis sebuah kisah yang nyata

Agar semua tak berakhir

Kumulai merakan rasa cinta

Cinta yang tumbuh di setiap saat

Kulukis sebuah kisah yang nyata

Agar semua tak berakhir

Kuyakin kau tahu

Bahwa kau segalanya

Ku pun merasa

Berjanjilah, berjanjilah pada diriku

Tuk selamanya, selamanya


Reff

Kumulai merasakan rasa cinta

Cinta yang tumbuh di setiap saat

Kulukis sebuah kisah yang nyata

Agar semua tak berakhir


Outro

Sebuah kisah terlukis indah

Kau dan aku kan selalu menyatu

(dan yakinkan hati kita berdua)

Semua kisah terlukis indah

Kau dan aku kan selalu menyatu

Dan yakinkan hati kita berdua


B. Lirik Video (LV) Terlukis Indah Ziva Magnolya dan Riky Febian




C. Reaction Terlukis Indah Ziva 

1. Reaction Lirik Video by Bang Pahala Siahan, Coach Jacky Putrinulan, dan Vocalis Nephi Acaling

2. Reaction Musik Video by Coach Jacky Putrinulan

5 Fun Fact dari Lagu Terlukis Indah Karya Ziva & Rizky

1. Banyak harmoni yang begitu menyatu
2. Ornamen-ornamennya unik dan dilahap habis
3. Suara mereka memang kekinian, enak di kuping
4. Pembawaannya asik dan fun
5. Bikin baper masal


Fase Writer’s Block! (Untuk Mencapai 800 Kata dan Mengamankan Posisi)


Dasar Aku!


Sungguh, tak pernah kusangka akan bertemu kamu lagi, wahai Write’s Block. Aku sudah berniat dan bertekad sejak awal tuk melakukan ini sebaik mungkin, tapi apa mau dikata ternyata hasilnya bikin sakit mata, uuu. Telah banyak ketentuan yang mendatangiku, ketentuan yang tak bisa diubah, yang bisa diubah, bahkan diri yang belum bisa membedakan dua hal barusan.


Aku tak ingin menyalahkan siapapun atas keadaan ini, tapi kalau boleh juju raku hampir serasa hampir kehilangan momentum, apa memang sudah hilang? Ah, apapun kebenarannya, aku teap ingin di sini, aku tak mau digelayuti rasa bersalah karena pernah menyerah. Biarkan semesta berkata semaunya, dan kubiarkan diriku melakukan yang kumau. Untuk hasilnya? Akhirnya? Tuhan yang tahu, dan kupercaya itu yang terbaik.


Aku mau melakukan tugasku saja, berusaha semampuku, membenahi yang tak elok, dan berdo’a di kuatkan di situasi rentan goncangan ini. Kalau ada yang di titik ini juga, mari berpelukan. Hm, sesuau yang dilakukan bersama begitu menjajikan, tapi hai-hati terlena.


Kita mungkin saja di keliling orang yang peduli, kita mungkin saja dimata-matai sosok tersembunyi, kita mungkin saja ditunggu membaik, tapi ingat kita adalah kita insan mandiri yang punya tanggung jawab pada yang Maha Kuasa. Aku terkadang ingin menangis, tapi tak tahu sebabnya apa. Aku sering bertanya-tanya yang kuterima saja jawaban dari semua orang.


Sepintas terlihat keren, orang yang haus dan penuh keingintahuan, tapi aku baru sadar filter juga penting agar tak terbawa arus dengan mudah. Tak terbawa angina dengan sekejap saja. Beberapa detik aku berhenti beraktifitas aku mengamati apa yang sedang kulakukan ini? Penuh tanda tanya rasanya benakku, apakah ini baik atau tidak?


Jangan-jangan. Berkali-kali ada suara yang menahanku melanjukan ini. Ia menarik-narik diri ini untuk, “sudahlah lebih baik diam dari pada menumpakan sesuau yang tak jelas manfaatnya!” Eh diriku yang lain tetap teguh pendirian, “biarkan saja dulu. Toh tak banyak pula yang kan tahu.” Herrr, sungguh mengesalkan saat terjadi pertarungan.



667 kata, aku masih menghitung angka ini. Oh, kapan ini kan berakhir? Tergopoh-gopoh aku. Ingin menikmati sesuatu yang lain dulu. Kulihat list url teman-teman terus bertambah. Aku ingin menyusul secepatnya. Tolong! Siapapun di sana, tolonglah!


Ide sudah terkumpul sejak awal rule tugas ini mendarat. Kubuka hangat-hangat isinya, walau otakku sialnya sedang panas-panasnya! Aish, taj boleh berkata kasar, nak! Baiklah. Baiklah. 


Tanganku sedah menyentuh ini itu, raut wajahku sudah berkali-kali berganti, sementara hitungan kata di layar notebook baru 745 kata. Ayo, kamu bisa! Sebuah suara entah dari mana berteriak padaku.


Malam ini, cukup dingin. Aku pun mau melanjukan tugasku yang lain. Ya, cek plagiarisme untuk lomba cerpen di komunitas yang kuikuti. Selebihnya, laporang-laporan/setoran-setorang yang beberapa mungkin miss waktunya. Aih, sangat tak cantik dinipandangnya.


789 kata, begitulah angkanya. Sepertinya, aku mencium aroma-aroma kebebasana, hihi. Ya, (saat kaa ‘ya’ tertulis, maka angkanya sudah 800). Yeay! Alhamdulillah, terima kasih Ya Rabbi akhirnya selesai tuga perjuangan kali ini.

***

Buat Parners yang baca ini sampai akhir, maupun sekilas atau awalnya saja, kucapkan permohonan maaf karena saat ini sedang tidak totalitas berkarya. Reaction terlukis indah Ziva yang dibahas tadi, kita akhiri sampai di sini. Sampai ketemu di waktu dan keadaan yang lebih baik. Bye!

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

2 komentar

  1. Tetep semangat Kak Ulfah, writer's block itu hal lumrah kalo urusan lagi pelik,hehe.. yang penting jangan nyerah atau habislah sudah :'(
    Tetep Semangat Kak Ulfah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uwuuu kak Asyri, sweet sekali ^^ Huum alhamdulillah semangat lagi, Kakak juga semangat!

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email