500 Kata Pertama di 15 Februari

Posting Komentar

500 Kata Pertama di 15 Februari

Hallo, Kamu! Yang dikelilingi sorak-sorai maupun tangis bombai. Yang tengah gembira atau merasakan dahaga di jiwa. Di 500 kata pertama di 15 februari, aku hanya ingin kamu tahu bahwa kamu tidaklah sendiri. It’s okay yaa untuk segala keadaan yang sementara ini.

Aku tak benar-benar mengerti mengapa tulisan ini terdengar sendu. Asal kamu tahu, aku sebelumnya sudah mulai membahas tips dan beragam opini di sini. Hanya saja, semua huruf itu berakhir empty.  Apa kata hati menolak habis-habisan? Ah, tidak juga, topik yang kubahas bahkan yang kubutuhkan pula. Lalu, jika bukan karena penolakan karena apa sebab ketiadaan?


Alasan Ketiadaan di 15 Februari


1. Kosong

Tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini rasanya kekosongan cukup sering menghampiri. Saat menelaah hal apa yang sering kukerjakan cukup membuat kedua telapak tangan menghinggapi wajah keseluruhan. Padahal, kuliah jalan walau didominasi online. Padahal, kegiatan di grup WhatsApp semakin gencar. Hmm, mungkinkah ini gejala kekurangan bersosial? Masa-masa bersama saat tatap muka memang sering melambai-lambai di ingatan. Membuatku sering tenggelam dalam flashback berkelanjutan.


2. Kenyang

Lebih tepatnya terlalu kenyang. Ya, beberapa kali aku makan untuk menguatkan fisik dan psikis eh malah berakhir tragis. Padahal, porsi makan seperti biasa. Hampir-hampir sehari semalam tak bertemu si putih di ricecooker. Hanya berteman benda tipis panjang yang sedikit lentur dan menjadi lembek jika terlalu lama dipanaskan.


3. Harap

Entahlah ini benar atau tidak. Sesekali harapan tak logis mensiasati isi pikiran. Padahal, aku tahu yang sebetulnya harus dilakukan. Padahal, diri berbisik untuk menerima tanpa tapi. Sungguh, benar yang kudengar di acara webinar kemarin-kemarin. “Jangan Cuma diketahui, tapi juga dilatih”.


4. Cemas

Mencemaskan sesuatu yang sebetulnya kita tahu sedari awal. Risikonya pun sudah kita lihat dari pertama berkenalan. Untungnya, ini hanya terjadi sesekali saja. Selebihnya sudah teratasi dengan cukup baik. Alhamdulillah.


5. Sempit

Nah, sempitnya waktu pengerjaan cukup menjadi momok menakutkan. Padahal, dari jauh-jauh hari sudah diberi tahu. Padahal konsep yang ada sudah terpikir di wakt yang lapang.


Itulah beberapa alasan gagasan pertama belum terealisasi. So, action selepas ini bagaimana? Tentunya kebalikan dari 5 hal tadi perlu ditarik ke sisi. 

 

Pukul 21:02

Di 346 kata di atas, sadar betul berisi curhatan yang terskema. Sungguh malam yang semakin memanas di sini. 

Jujur saja, writer's block yang banyak dibahas orang sepertinya sedang menemuiku. Demi mengamankan tempat, maka kukesampingkan dulu idealitas yang mestinya. Aku tak mau melewatkan kesempatan dan menyesal pada akhirnya. Jadi, kubiarkan jemari yang masih ngilu menyambungkan huruf untuk berjuang sampai titik darah penghabisan. Huft, aku tahu ini hanya perihal miss manajerial semata. Semangat! Semangat! 

Berbicara soal semangat, mayoritas anggota grup WhatsApp sepertinya fasih dalam hal ini.


Grup WhatsApp Semangat

  • Kelas antologi puisi 3
  • OTM nyalakan semangat
  • KB ODOP 7-8
  • A 185 perbanyak istighfar
  • BLOGWALKING ASIK
  • Anak incu (abi-umi)
  • ALUMNI GANESA, 1m1c M7 Tema: Bebas
  • Link ODOP Blogger Squad
  • ODOP Blogger Squad
  • Mahasantri Al-Masthuriyah

*Catatan: grup yang ada di list karena aktifitasnya masih tercatat di malam ini


Menjelang akhir penulisan(21:30), rasa lega mulai mengintip sesekali. Betul, tinggal memindahkan, mengedit, menyisipkan gambar, dan hal teknis lainnya.


Terima kasih sudah berkenan menerima -+ 500 kata pertama di 15 februari ini.


Selamat beristirahat dan sampai bertemu lagi di waktu dan kesempatan yang lebih baik!

Bye Bye



Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email