disuduthari header

Inisial "R" Jendela Ingatan

3 komentar

Inisial "R" Jendela Ingatan

Pada akhirnya, air mata jatuh.

Pada kenyataannya, kutak bisa jauh-jauh.


Kutahu, kau butuh waktu tuk semua ini. Tapi aku, ku tak kuasa melihat kita yang begini. Terbayang momen-momen penting yang kau ada di sana. Terbayang hal-hal kecil yang membuat kita tertawa bahagia.


Aku rindu.

Rindu.


Ego terkadang membuatku mengatakan hal sebaliknya. Kukira, itu pun yang kau rasa. 


"Ah, tak sepantasnya aku mengira-ngira!"


Aku kesal padaku yang begitu waktu itu.  Tapi kata kesal dikalahkan oleh sesal kok. Aku merasakan sendiri apa yang kutanam kemarin. Aku mengintrospeksi diri dan berdo'a.


"Semoga jendela ingatanmu berisi hal tentang kita. Dan kau mau coba ke sana."


Jangan lama-lama yaa.

Ku dihantui rasa bersalah.

Tolong pertimbangkan undangan dariku yaaa.

Namun, tetap lakukan sesuai hatimu saja.

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

3 komentar

  1. Terkadang ego yang membuat kita berkata sebaliknya ya mbak, lain di kata lain di hati, huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaps, begitu... Jadi latah nggak tahu kenapa hehe

      Balik lagi, dijadiin pembelajaran~

      Hapus
  2. Ah, huruf yang selalu membuat pusing kepala sekaligus hati menjadi menderita. Pun seribu tanya tentang dia yang selalu tak habis di putar di ingatan.

    BalasHapus

Posting Komentar