disuduthari header

Bola Mata Milik Figur Bermakna

2 komentar


Mulut itu tak pernah terang-terangan berkata ada yang salah dengan raga. Namun bola matamu terkadang berbisik memberi bocoran bahwa ragamu dan asamu sedang tak baik-baik saja...

Langkahmu tak pernah berhenti berupaya mengais pundi demi kami. Namun kudengar langkah itu bersahut-sahutan dengan hal yang kau tutupi...

Di depan mataku, mata kami, Kau tonjolkan sisi ceria. Canda dan tawa kau lekatkan rapat-rapat pada pandangan kami selama ini.

Sungguh, Kau tak pernah ingin sedikitpun menyematkan kesedihan. Kau benamkan rasa sedih itu ke bagian terdalam. Hingga dengan sendirinya ia muncul ke permukaan.

 Aku terpana. Aku terpana. Aku bangga.

Kau pernah meragu: "Apakah anak-anak bangga mempunyai bapak sepertiku?" Aku termenung kala itu, di tengah-tengah kita kata-kata manis yang ada di film dramatis masihlah tabu.

Tolong... tolong dengarlah sejumput pernyataanku.
Aku... saat ini kubaru mampu berkata lewat tulisan di tanganku.
Tunggu... tunggulah esok saat diri ini datang ditemani kematangan. Akan kuungkapkan segala cinta yang Kau pupuk di hati.

Maaf dan terimakasih...
Kau harus tahu: "Kau figur orangtua terbaik yang Allah beri di alam ini..."


#OneDayOnePost#ODOP#disuduthari
#figurbermakna#cinta#hati
#ketulusan#tulisan

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar