disuduthari header

Puisi Cinta (Sebuah Penegasan) : Ku, Aku yang Baru

1 komentar

                     Ku, Aku yang Baru

                               Oleh : Maria ulfah


Seberkas cahaya akhirnya muncul di depan mata.

Penunjuk jalan dan harapan akhirnya datang setelah sekian lama.


Perih, tak perlu ditanyakan lagi.

Sakit, bisa kau lihat dari erangan yang kala itu ada di sini.


Terimakasih atas nada indah yang menggema.

Terimakasih atas semerbak wewangian yang senantiasa melekat padamu.

Terimakasih atas kesempatan yang begitu menenangkan.


Bak nyawa terakhir.

Bak bekal yang hanya satu-satunya.

Segenggam kepercayaan ini adalah alat pemompa energi bagi tubuh yang tegak berdiri.


Dengan wajah baru sembari membuka lebar dua mata,

kufungsikan segala indera untuk mendeteksi semua desas-desus tentang kita.


Ku, aku yang baru.

Kuberi warna walau setitik.

Kusiram bunga walau sedetik.

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar