Alasan Blogging dan Tips Mengalokasikan Waktu

2 komentar
Alasan Blogging Tips Mengalokasikan Waktu

Semangat pagi, partners! Kali ini, aku mau cerita alasan blogging dan tips mengalokasikan waktu. Btw, aku bukan pakar di bidang kedipsiplinan, ya. Menuliskan ini sama halnya mengingatkan diriku sendiri. So, mari kita mulai!


Intip pertanyaan pancingan

Intip Pertanyaan Pancingan Dulu Yuk!

Saat awal mula punya blog, aku diberi pertanyaan pancingan sekaligus pertanyaan maut oleh suaminya teh Fitri, ya, kang Azwar, di WhatsApp Group Bloger Sukabumi. Jujur, saat itu aku cukup gelagapan menjawab pertanyaan tujuan ngeblog. Namun, setelah melihat hasilnya, maasyaa’allah, kok diri yang ideal muncul, ya. Tak disangka-disangka, padahal tak sempat mengirim undangan elegan ke pintu rumahnya, hehehe.
Nah, sama halnya dengan barusan, coach Marita Ningtyas dalam materi pertamanya menyalakan pertanyaan-pertanyaan bak kembang api. Suara kembang api memang sedikit menakutkan, tapi saat menghias langit mata kita tak bisa lepas dari cantiknya. Ah, mataku berkaca-kaca dan jantungku berdegup kencang saat berhadapan dan menjawab pertanyaan epic itu. Mau coba jawab juga? Buat partners, apasih yang nggak boleh, hihi. Silakan.
  1. Bagaimana menjaga agar semangat ngeblog tetap ada?
  2. Bagaimana tetap memiliki adab dan menjaga hubungan baik dengan sesama bloger atau pun klien/ agency?
  3. Bagaimana menulis artikel dengan tenggat waktu yang kadang nggak panjang?
  4. Bagaimana tetap idealis saat ada tawaran nulis dengan fee menggiurkan tapi nggak ‘gue banget’?
  5. Bagaimana tetap konsisten di saat waktu terasa sangat terbatas?
  6. Banyak yang suka menulis dan menyampaikan ide-ide lewat tulisan, tapi nggak ngeblog. Kenapa kamu memilih blog sebagai sarana menyebarkan tulisanmu?
  7. Kalau cuma suka menulis, nulis status di Facebook bisa kan?
  8. Micro blogging di Instagram bisa kan?
  9. Ikut proyek antologi juga bisa kan?
  10. Kenapa nggak bikin buku solo?
  11. Why blogging? Ikut-ikutan tren karena sekarang banyak yang ngeblog?
  12. Karena ikut kelas menulis dan disuruh bikin blog?
  13. Karena ikut komunitas di mana di situ ada challengenya dikerjakan di blog?
  14. Nggak mau kalah sama pasangan? Wkwk
  15. Sekuat apa keinginan ngeblog?

Wah, gimana nih, tanggapannya? Huhu, yang pasti aku sih nggak bisa jawab pertanyaan ke- 14. Please, jangan tanya kenapa! wkwk.


Mengapa tertarik ngeblog

Mengapa Tertarik Nulis Blog?

Dari pertanyaan pancingan di atas, menegerucutlah pembahasan kita. Di sini, aku mau coba jawab ‘kenapa sih seorang Maria Ulfah tertarik nulis blog di sudut hari’?
1) Menurutku, blog merupakan salah satu media yang cukup menjanjikan untuk berbagi. Baik berbagi pemikiran, pengalaman, bahkan perasaan, dudududu.
2) Blog sejauh ini masih mempunyai tempat di hati banyak orang untuk mencari informasi. Seperti tips, kiat-kiat, pengertian tententu, dlsb.
3) Meskipun bisa dilihat banyak orang, tapi tak terlalu mencolok seperti di media sosial, sebutlah Facebook, dan aku nyaman dengan ini.
4) Setuju dengan coach Marita, bahwa blog itu serba mudah. Mudah dipublikasikan, mudah perawatannya, memudahkan untuk yang suka memuat tulisan agak panjang, mudah dicari meski sudah bertahun-tahun, mudah dibagikan karena tinggal menyalin link. Hehe, dulu aku pernah bilang mudah sampai kepada orang yang membutuhkan. Sungguh, untuk yang satu ini, tak semudah itu furgoso! Wkwk.
5) Tampilannya bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan selera pemiliknya. Pokoknya semangat ya, parnerts, buat ngedandanin blognya! 


Hambatan dan Solusi

Apa Hambatan Saat Blogging dan Bagaimana Solusinya?

Setiap hal dalam hidup pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya, pasti ada hambatannya, tak terkecuali aktivitas blogging. 

Kita mungkin tak bisa memilah ujian, tetapi kita bisa memilih penyikapan.

Maka dari itu, izinkan kutulis beberapa hambatan saat blogging dan bagaimana solusinya, versiku.

1) Belum menguasai teknis blogging

Aku menangani ini dengan mengikuti ODOP Blogger Squad (walau belum sampai lulus), mengikuti Blogspedia Coaching Batch #1 (hampir lulus), dan sekarang mengikuti Blogspedia Coaching Bach #2, do’akan sampai selesai ya. Amiin. Terima kasih.

2) Minimnya skill menulis

Menangani ini aku sangat terbantu dengan tergabung di komunitas ODOP, tergabung di komunitas Prosa Tujuh, dan tergabung di WhatsApp Group LBD (Learning By Doing) yang anggotanya berisikan kader PMII yang punya minat dan bakat di bidang designgrafis, videografis, dan tulisan. Aku pun tengah mengikuti OTM (ODOP Tembus Media), baru saja selesai di kelas menulis puisi yang diadakan oleh WR Accademy, sebelumnya mengikuti kelas menulis puisi yang diadakan Lingkar Penulis, dan awal mula tergerak untuk serius menulis tergabung di group Dream Stone bersama teh Slepi ODOP 7, dkk, serta tergabung di KMP (Kelas Menulis Perpustakaan) batch #2 kabupaten Sukabumi bersama kang Azwar dan teh Fitri, juga teman-teman lainnya yang dibina oleh bu Iviet (Mutia), beliaulah yang pertama kali mengenalkan kami pada komunitas ODOP. Serta, aku juga senang mengikuti webinar-webinar yang mengangkat tema fiksi dan non-fiksi, dll.

3) Menjaga kefokusan

Wah ini pun sedang kulakukan ni. Pertama, stay cool dulu, maksudnya enjoy, tak usah panas karena keadaan di luar, orang sudah sampai sini lah, orang sudah selesai lah, lebih baik terus mengerjakan agar sampai ke tujuan. Kedua, narik diri dan kerjakan di tempat minim gangguan, kalau lagi pengen relax sambil ngemusik, kalau lagi pengen deep banget, suara keyboard dan suara hati pun sudah cukup*eh. Ketiga, ketika sudah merasa ruwet habis-habisan saatnya istirahat sejenak, menenggelamkan diri, dan kontemplasi. Pertanyakan makna-makna dari apa yang  tengah dilakukan, telah dilakukan, dan menuju apa. Ini baik buat merawat motivasi diri, saat tak ada siapapun di sisi, huft. Butterfly hug dan nangisnya jangan lupa, plus ditemani list lagu saat down hehe.

4) Ketidakpercayaan diri/ minder sendiri

Langkah yang paling mudah saat mindernya nggak kronis, bisa ngelihat respon dari orang-orang yang suka, yang support, buka-buka lagi pujian atau kelebihan yang orang lain lihat dari diri sendiri. But, untuk memupuk kepercayaan diri jangka panjang, baiknya lebih fokus ke dalam diri. Lihat apa kelebihan kita, optimalkan sumberdaya yang kita punya, lalu meniti ruang karir. Ini merupakan sebagian tips meningkatkan PD yang ada di buku the Great Personality karya Karim asy-Syadzily.

5) Butuh banyak dorongan

Sadar betul diri ini tak bisa terlepas dari sisi motivasi, maka aku berusaha untuk merawatnya. 

Kurang pressure sama dengan hampa.
Over pressure sama dengan tersiksa.

Maka, aktivitas yang kulakukan jangan sampai termasuk yang dua barusan. Ini mesti wanti-wanti memberikan porsi.


6) Butuh titik temu 

Kau tahu? Hal yang paling menyebalkan untukku adalah ‘dicuekin’. So, aku sangat bersyukur dengan support sistem yang Allah titipkan dan Allah amanahkan. Selain keluarga yang ada di dalam kaka, aku sangat bersyukur punya keluarga lainnya. Ada celah dalam diriku yang kosong, dan beruntung sekali kekosongan itu terisi. Parners, apa makna keluarga bagimu?

Bagiku, keluarga adalah tentang kesehatian, kehangatan, dan kebaikan tiada akhir.

7) Butuh fasilitas yang lebih menunjang blogging.

Jujur saja, aku merasa saat ini hanya sekedar cukup untuk memulai dan menjalankan blogging. Supaya lebih up, sepertinya beberapa alat mesti disiapkan. Yaps, mari masukkan dulu ke list kebutuhan, karena saat ini belum bisa terjawab, hihi.

Alasan Blogging dan Tips Mengalokasikan Waktu


7 Alasan Blogging

Alasan Blogging

1) Salah satu step dalam peta perjalanan pribadi

Siapa di sini yang tipikal perencana? Kalau ada, tos, satu server kita! Kuakui, aku senang dengan bacaan terkait pengembangan diri. Tak jarang, buku yang kubaca punya semacam pertanyaan dan arahan. Tentu saja aku exited, dan menuliskannya. Jadi, setiap buku punya catatan sendiri. Satu waktu, teman sekelasku di kampus menawari sebuah coaching yang metodenya face to face.
Coach Ridwan, itulah namanya. Dengan beliau, aku mengulik catatan-catatan di buku tadi, dan mulai merumuskan suatu peta perjalanan dengan deadline yang jelas, langkah-langkah yang jelas, sumber ilmunya dimana, tantangannya apa, gimana ngatasinnya, dll. Coaching dengan tema ‘Memaksimalkan Potensi yang Ada di Dalam Diri’ dengan waktu 1 jam lebih itu menjadi bahan bakar semangatku, dan salah satu washilah mengapa aku berada di sini. 
Intinya, ini menjadi jalan berkarya, upaya meningkatkan percayaan diri juga, serta meraih pekerjaan impian maybe. Aku teringat pernyatan kak Shasa Blogspedia Coaching Batch #1 di blognya, yang berkata pada intinya:

“Pekerjaan impian itu bukan A, B, C, atau D, tapi seberapa relevan pekerjaan itu dengan passion kita.”


2) Upaya mengembalikan performa terbaik diri

Adakalanya aku sedang merasa di titik rendah, merasa down, merasa sesak, merasa sendiri, merasa sepi, merasa kesal, merasa kecewa, merasa marah, merasa tak berdaya. Nah, salah satu yang bisa membuatku lega adalah menuliskannya. Aku merasakan sendiri, aktivitas ini meminimalisir stress. Walau mungkin selama ini, belum di blog dan baru di memo, tapi ini benar-benar manjur untukku.
Kedepannya, aku mau mengunggah tulisanku yang istilah coach Marita ‘nyampah’. Tentu saja, ada pemfilteran dulu, hingga makna positif sudah bisa disemai. Intinya, ini kebutuhan untukku. Saat kata tak bisa terucap, saat tak ada telinga yang bersedia mendengar, saat merasa cukup diselesaikan sendiri, aku memilih jalan ini.

3) Dokumentasi perjalanan hati dan pemikiran

Saat ini, aku pun sedang melakukan project yang sangat personal dan aku teramat berbinar-binar membahas ini. Okay, poin ini adalah sebuah perjalanan menuju kedewasaan. Merasa fase dewasa muda/ young adult merupakan fase yang paling mengesankan untukku, membuat benak ini penuh dengan topik seru yang gentayangan. Kadang bikin greget, kadang sangat berbunga-bunga, kadang terpukul dan terhempas begitu jauh.
Ah, permasalahan yang dibahas tentu berkaitan dengan seseorang yang berada di masa transisi menuju dewasa. Berkenaan dengan cinta, karir, keluarga, makna hidup, fenomena sosial, interaksi sosial, humanisme, norma, agama, psikologi, dan masih banyak lagi. Sepertinya ini pun bagian dari upaya menyuarakan pesan juga. Semoga bisa sampai dan mengetuk relung jiwa, dan tindakan nyata. Oh ya, menjadi self reminder untuk yang menuliskannya juga. 

4) Ruang dan waktu tuk mengingatkan dan menguatkan di tengah rutinitas panjang

Ini bisa masuk ke konten yang membahas pengembangan diri, bisa juga terselip di setiap postingan.

Dengan bercengkerama lewat kata di blog ini, aku mau melangkah bersama di zona keselamatan, melangkah bersama menuju tujuan, dan melangkah bersama melewati lika-liku kehidupan.

Bismillah…

5) Salah satu bukti pos pembagian waktu yang 10

Parners, aku belum bisa move on dengan buku Demi Waktu Use Your Time Effectively, di sana ada 10 pos pembagian waktu yang keren banget.

a. Time to positive life
b. Time to listen
c. Time to write
d. Time to read
e. Time to think
f. Time to dream
g. Time to do
h. Time to pray and relax
i. Time to love
j. Time to share

Ke sepuluh poin barusan, sangat mungkin diimplementasikan dalam postingan blog, contohnya time to love yang relevan dengan alasan blogging yang di bawah ini.

6) Media mengekspresikan rasa kepada seseorang atau kelompok tertentu

Adakah yang lebih nyaman ngungkapin perasaan lewat tulisan? Tentu saja bukan setiap saat. Di momen-momen sakral, bahasa tulisan punya rasa yang berbeda dengan ungkapan langsung. Entahlah, selain ada diri yang ideal, menulis untuk mengekspresikan rasa memberi kebahagiaan yang tak bisa dibeli. Pun, tak jarang hal ini menjadi sesuatu yang mendekatkan kita dengan orang yang kita sayang.

7) Merawat motivasi dan konsistensi belajar

Yeay! masuk ke poin terakhir, hihi. Yang kusoroti, pertama, melihat banyaknya postingan di blog berhasil membuatku berkata “wah!” setelah itu merasa nggak nyangka, dan bangga Alhamdulillah, sama diri sendiri hehehe. Kedua, salah satu metode belajar cepat yang ada di buku Accelerated Learning for 21st ialah menjelaskan kembali apa yang kita pelajari pada orang lain.

Setelah membahas perihal alasan blogging, tentu saatnya melangkah di dunia nyata. Mari kita membahas perihal blog dan waktu. Di sini, aku melilih memakai kacamata general, dimana sangat mungkin diterapkan untuk kegiatan selain blogging. Berikut tips mengalokasikan waktu, ditambah catatan penting saat dan setelah mengerjakan project.


5 Tips Mengalokasikan Waktu

Tips Mengalokasikan Waktu

  1. Buat to do list simple plus pakai pendekatan skala prioritas
  2. Sertakan deadline yang jelas (jika memungkinkan buat dua deadline, yaitu deadline asli dan semi asli)
  3. Perkirakan seberapa lama waktu pengerjaannya (pikirkan dan pertimbangkan apa saja yang perlu dipersiapkan, serta seperti apa step-stepnya)
  4. Alokasikan atau gunakan waktu yang sudah ada di rencana sebaik-baiknya.
  5. (Boleh) pakai sistem kredit/ cicilan

2 Catatan Penting Saat dan Setelah Mengerjakan Suatu Project

  1. Selalu pertanyakan untuk apa mengerjakan ini? Penting nggak sih? Apa gunanya bagiku? Saat jawabannya nggak dan nggak jelas tinggalkan aja. Tentu, ini setelah proses mengembalikan mood, dll.
  2. Saat hasilnya agak meleset, peluk diri sendiri dan ambil pelajaran untuk project ke depannya. Saat hasilnya tepat sasaran, bahkan lebih dari ekspektasi, bilang ‘selamat atas kerja kerasmu’ dan beri reward kecil untuk dirimu sendiri. Simpan pencapain barusan, untuk langkah selanjutnya.

Terakhir, terkait pertanyaan ‘apasih manfaatnya blogging?’


5 Manfaat Blogging

Manfaat Blogging

  1. Membuka jalan karir
  2. Menstabilkan diri
  3. Berpeluang mendapat pundi-pundi bonus
  4. Bertemu partners
  5. Membuat hidup lebih hidup (lebih produktif)

Okay, demikian cerita tentang alasan blogging dan tips mengalokasikan waktu beserta kawan-kawannya, ala aku. Ini dituliskan sebagai upaya memperkuat landasan blogging ke depannya.

Oh ya, menurutmu menemukan big why  susah atau gampang? Jangan bilang, lebih susah menjalankannya, huhu.


Thanks for reading, and see you!

Maria Ulfah
Seorang pembelajar sepanjang hayat yang menyukai Psikologi, Motivasi, dan Pengembangan Diri, juga sering bergelut dengan 'Hati'.

Related Posts

2 komentar

  1. Ini mah udah expert banget tulisannya keren, templatenya juga ku suka. doh kemana-mana ini ceritanyaa, saluut aku. Btw komunitas blognya buanyaak banget, jadi pengen nimbrung wkwk

    BalasHapus
  2. Hihi, nggak lah, Kak, kumasih newbie. Wah, nanti ada sesinya ganti templat lho, tunggu saja tanggal mainnya :D

    Alhamdulillah, itu karena revisian panjang btw. Boleh banget, biarkan sekontak dulu kita, nanti bisa dishare kapan komunitasnya oprec lagi~

    Thank's for coming ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email