disuduthari header

Sajak Hujan| Butir yang Jatuh

2 komentar

 

Sajak Hujan | Butiran yang Jatuh

- Butir yang Jatuh -


Butir yang jatuh terdengar meriah di telinga.

Suasana bak sepi seketika.

Dingin? Tentu terasa.

Dan kau berkata: "ini buatmu tak ingin kemana-mana!"


Butir yang jatuh temani awal hari.

Ada yang membeku, ada yang berseri.

Ada yang memeluk, ada yang tertunduk.

Bersinergi bak udara dan gerak.


Butir yang jatuh beragam sumbernya.

Dari langit yang jauh jaraknya.

Dari suatu indera yang kita bawa kemana saja.

Mereka tiada hentinya beratraksi pada semesta.


Butir yang jatuh,

genangan yang tersisa,

nada-nada alamiah yang menggema,

menaruh jutaan pesan yang belum terbaca.



Sukabumi, 27 Januari 2021

(Saat hujan sama-sama turun di langit yang kita tatap sama-sama)



Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

2 komentar

  1. Senang sekali baca ini tulisan. Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak, sudah berkunjung

      Salam kenal juga~

      Hapus

Posting Komentar