disuduthari header

Hardikan Halus Air Payau

1 komentar


canva.com


Gemercik membisik. Sebelumnya ia sudah menyelisik. "Apa yang dicari? Kebenaran ataukah pembenaran?"


Di pojok sana, logika tak mau ambil pusing.  Ia membelakangi kami tanpa berbasa-basi. Katanya, sudah cukup apa yang dilihatnya. Tak perlu menceburkan diri pada topik yang membuat kita kehilangan arti.


Ah, ia memang begitu. "Tapi, apa yang dimaksud kepekaan?"


Hati tiba-tiba datang. Katanya, seberapa panjangpun ia menjelaskan, jawabannya takkan pernah memuaskan. Standar tiap orang berbeda, kapasitas berbeda, cara penyikapan berbeda, mana mungkin hanya karena kata semua menjadi sama rata.


Ok, aku terima. "Namun, seberapa penting kejujuran?"


Mereka serempak menjawab. "Tak bisa diukur" Mereka bertanya balik, "mengapa mesti tak jujur?"


Hujan menenangkan. Katanya, pejamkan dulu kedua mata itu. Pergilah ke alam bawah sadar. Lihatlah dirimu tanpa bertatar. "Lalu, apa yang bisa kau bawa pulang?"

Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

1 komentar

Posting Komentar

Follow by Email