disuduthari header

Dibikin Nangis Sama Poppy Amalya

Posting Komentar

dibikin-nangis-sama-poppy-amalya
dibuat dengan canva

Hai, sobat pembelajar! Alhamdulillah yaa berjumpa lagi di sini.


Oh iya, kenal gak sih sama Kak Poppy Amalya? Yaps, beliau salah satu psikolog, pakar micro ekspression, motivator - enterprener di Indonesia.


Jadi malam tadi, setelah selesainya kelas di komunitas ODOP, aku memilih menonton Youtube. Hmm hmm yaa pilihannya, bukannya bikin makalah atau resume hehe.


But, tenang tenang... itu bakalan tetep dikerjain kok. Mungkin, diri ini lagi kepengen sesuatu yang berbau psikologi. Soalnya, gak diniat-niat mau nonton apa. Eh, yang muncul yaa Kak Poppy Amalya.


Btw, aku suka banget banget banget sama orang yang bisa nebak-nebak gitu. (Tentunya tebakannya juga sesuai yaa). Entah dengan basic keilmuannya atau dengan pengalaman mumpuninya. Yang pasti, keren banget. Smart, bijak, dan memahami gitu.


Nah, mau tahu gak aku nonton konten yang mana aja? Hehe kalau teman-teman klik link ini, dianggap pengen tahu yaa wkwk. Ini dia list judul vidio dan tanggapan - pelajaran dari vidio tersebut. 


gambar-layar-youtube
sumber gambar: pixabay.com

1. Vidio Motivasi, Mengapa Pasanganmu Selingkuh?? Bahas dengan Poppy Amalya

Kaget gak aku nonton ginian? Ahahaahah. Aku sendiri pas nonton gak gimana-gimana sih. Tapi, pas nyeritain ini dalam bentuk tulisan kok kaget sendiri yaa.


Kenapa nonton ini? Padahal kan masih banyak pembahasan yang lain? Jawabannya, selain karena yang menurutku seru sudah ditonton, pembahasan ini penting banget sih dipelajarin. Yaa buat bekel nanti laa hehehe. 


Berbicara masalah perselingkuhan, di kanal youtubenya, bunda Maia eksklusif mengundang Kak Poppy Amalya datang ke rumahnya. Jangan ditanya untuk apa, yaa buat konten atuh hihi. But, jangan dulu berhenti di situ. Dengan adanya konten ini, kita bisa belajar lho. Salah satu tanda tanya "mengapa pasangan bisa selingkuh?" Tentunya dikupas habis sampe dibelek ke akar-akarnya uwuuu. Cocok buat yang kepo-kepo masalah yang menguras emosi kaya gini.


Yang kutangkap, ada 5 alasan mengapa pasangan selingkuh. Sebelumnya, kenapa kita harus cari tahu ini? Karena untuk mengikis ego. Yaa, kita juga harus melihat dari titik lain supaya bisa memandang suatu objek secara keseluruhan, dengan begitu diharapkan kita bisa lebih baik lagi dalam memahami. Di samping itu, kita juga harus sebisa mungkin mencegah 5 hal ini tak terjadi di tengah relationship kita tentunya. Apa saja? (Catat yaa hihi)


1) Pengaruh figur ibu/ayah

Hmm pake garis miring gitu yaaa. Ya pokonya di sana dibahas kalo terjadi perselingkuhan yang dilakukan si suami, bisa jadi sosok ibunya ini terlalu mendominasi. Bisa juga ia mencari pendamping yang mirip dengan kepribadian ibunya. Begitu juga sebaliknya.


Di poin ini, biasanya kita gak sadar. Maksudnya, kita gak sadar bahwa tindakan kita yang a, b, c, d dalam berumah tangga sangat-sangat dipengaruhi oleh figur yang kita ambil. 


Nah, saat tidak kita temukan sisi figur yang kita ambil sebagai role model di pasangan kita, maka kita akan terus mencari sosok lain untuk mengisi kekosongan tersebut. Dikatakan pula, jika role modelnya ini terlampau perfect dan gak ditemukan di satu perempuan atau laki-laki saja. Maka, sangat mungkin kita memiliki lebih dari satu pasangan. Hehehe gak disangkutpautin dulu sama agama yaaa.


Karena pembahasan ini deep banget dan tentunya sangat mungkin ada bagian yang terlewat. Secara pribadi, untuk poin kita mencari pasangan yang sesuai atau selaras sama role model kita, itu setuju. Kebanyakan juga dari orang tua kita langsung. Tapi, hehehe menurutku ada kemungkinan kita mengambil role model dari figur yang lain. Yang mungkin saudara kita, suatu tokoh, dan lainnya. 


Yaa, tergantung seintens apa kita bersinggungan dengan figur tersebut. Dan pemaknaan seperti apa yang kita sematkan.


2) Bosan

Waduh, di sini aku geleng-geleng wkwk. Katanya, laki-laki tuu butuh variasi. Mmm wah pembahasannya agak 18 ke atas jadi pengen ketawa. Tapi, Kak Poppy abis itu ngejelasinnya dengan pengibaratan kok. Pada hal-hal yang memang lebih umum gitu.


Ditanya lah, sama bunda Maia. "Ini berlaku juga gak buat perempuan?" Kak Popy jawab, yaa berlakulah.


Contohnya, kalau misalkan tadinya ngobrol tuu di meja makan, coba deh ganti tempat. Kalau tadinya berdandan kaya ciliders coba deh kaya anak sma. Ahahah duh duh.


Menurutmu bosan itu wajar gak sih? Yaa namanya juga rumah tangga. Ketemu sama orang itu itu aja. Tentu butuh hal baru kali yaaa. Dan pernah baca juga, salah satu bagaimana kita terus jatuh cinta adalah kita terus menerus melakukan hal baru bersama. Kalau gak bisa menciptakan hal baru terus? Dan memang ada stuck nya gitu. Jawabannya pelajari skill mencintai. 


Kalo teman-teman seneng dan aku ada kesempatan. Kita bahas skill mencintai di sini yaa. Aku baca-baca buku, nonton vidio, belajar dari keseharian juga dan ngikutin love life coach, kelas cinta, dll. Seru banget.


Oke, stressing dari penjelasan Kak Poppy di poin ini adalah kita harus sekreatif mungkin menciptakan-mencari hal-hal baru dan suasana baru di tengah relationship kita. Aku setuju, masalah kita harus kreatif-variatif. Tapi, menurutku setiap orang berbeda yaa. Ada yang lebih mengharuskan pembaruan ada yang tidak. Nah yang tidak ini, lebih melihat orangnya dibanding seperti apa mereka menjalankan seuatu. Dan tentunya kevariatifan ini gak begitu berlaku saat cinta masih menggebu duh duh duh. 


3) Komunikasi

Poin ini sih yang paling banyak disinggung yaaa. Karena kunci suatu hubungan memang di komunikasinya. Bagaimana kita menyampainkan keinginan kita dan bagaimana penerimaan dari pasangan kita. Begitu pun sebaliknya.


Juga, tentu skill mendengarkan, skill bermanis-manis, skill komunikasi terbuka-komunikasi asertif, harus digenggam dan dijalankan betul-betul oleh keduanya. Bagaimana 'saling' merupakan jantung dari suatu hubungan. (Ini pendapat pribadi). Dan membahas 'saling' ini, Kakak-kakak hebat yang sudah berkeluarga, maupun belum banyak kutemui setuju dengan hal ini. 


Yaps, pernikahan, suatu hubungan, relationship, adalah bagaimana bekerja sama mencapai hal yang lebih besar. Itu hanya sarana, bukan tujuan. Maka, sebum memutuskan untuk memilih partner hidup, kita harus tahu batasan-batasannya, prinsipnya, dan apa motif-tujuan dari calon pasangan kita itu. Karena kalo pondasinya gak kuat, bisa-bisa dibawa seenaknya aja. Untung-untung kalo imamnya memang paham betul mau kemana. Kalau nggak? Ah, bubar.


Di poin ini setuju banget, komunikasi memang penting. Kalau komunikasinya tersendat, bagaimana menghadapi tantangan demi tantangan bersama? Bagaimana menikmati momen sederhana yang mengundang bahagia?


4) Insecure (rasa tak aman)

Setiap orang punya kekurangan. Setiap orang dihadirkan ketidakenakan, ketidakinginan. Maksudnya, ada aja yang kita gak mau ada malah menemui kita. Malah menghampiri kita.


Untuk menyikapi kekurangan, agar tidak insecure, tentu kita harus memanage diri kita terlebih dahulu. Hal apa yang bisa kita perbaiki untuk mengatasi atau meminimalisir kekurangan ini? Kalau memang sesuatu yang tidak bisa diubah, kita terima terlebih dahulu, lalu ubah mindset kita bahwa kita seperti ini tentu aja tujuannya. Pokonya berikan makna positif.


Jika ada hal yang tidak diinginkan kita rasakan. Misal, suami merasa tidak mendapatkan penghargaan dari istrinya. Atau istri merasa tidak dimengerti oleh suaminya. Hehehe duh duh bukan untuk yang rumah tangga juga yaa. Mungkin saat pdkt-an atau sebagainya relevan juga.


Saat kita merasa insecure dan tidak menemukan kebahagiaan bersama pasangan kita ini. Maka, komunikasikan! Bahwa saya tu mau kamunya gini, lebih begini, lalu jangan begitu. Bukan cari yang lain hehehe. Apalagi untuk di rumah tangga yaaa. Huh, makanya gak gampang melangkahkan diri ke pernikahan. Harus siap segala-segalanya.


Nah, kalo terus terjadi cek-cok walau sudah dikomunikasikan. Mungkin, kepribadian kita gak cocok buat jadi pasangan. Karena kan 'saling' mengisi harusnya. Jika rasa insecure itu tak juga teratasi dengan hal-hal tadi maka mungkin saja ini kode bahwa kita memerlukan sosok yang lain. Dan pasangan kita saat itu, atau saat ini, bukan jodoh kita. Kalau udah sampai sini? Yaa pasrahkn dulu, minta petunjuk sama Yang maha kuasa. Lanjut atau udahan aja.


5) Dipengaruhi figur ayah/ibu

Nah, ini gak beda jauh sama poin satu sih. Lebih jelasnya boleh ditonton vidionya ehehehe.


2. Kepribadian Maia Estianty Bicara Masa Lalu, Trauma, Bagaimana Bangkit & Memanage Diri Sendiri

Sosok Maia Estianty atau lebih akrab dipanggil bunda Maia, tentu tak terlepas dari tokoh sentral dunia musik Indonesia. Sang musisi dengan band legendaris dan lagu-lagunya yang masih hits sampai sekarang.


Kita sudah tahu bersama, bagaimana kisah masa lalu dari rumah tangga dua musisi ini. Yang mana ada orang ke tiga di sana. Nah, mau tak mau hal ini membuat suatu ledakan luar biasa. Baik untuk pribadi, maupun publik yang menyorotinya.


Yang di titik beratkan di sini, bukanlah curhat tersedu-sedu atau menangis sekencang-kencangnya. Melainkan, bagaimana membahas topik ini lebih spesifik pada pembahasan masa lalu, trauma, bagaimana bangkit, dan memanage diri sendiri. (Tentu saja dari zero to hero versi bunda Maia itu bagaimana)


Mengapa ini penting untuk disimak? Karena, di setiap penjabarannya ada poin yang bisa diambil untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita. Terutama, bagi orang yang mengalami masa pahit, berada di titik terendah, hingga berpikir seperti apa solusi untuk keluar dari lingkaran tak menyenangkan itu.


Yaa, memang dari sisi pribadi bunda Maia tentunya. Namun, tak bisa dianggap sederhana apalagi dipandang sebelah mata. Karena setiap orang, memiliki pemahaman terhadap sesuatu. Yang boleh jadi, kita masih mencari-cari hal itu dalam diri kita. Dan orang lain, atau momen tertentu mengantarkan kita pada penemuan itu.


Seperti apa tipsnya untuk bangkit dari masa sulit? Ternyata, bunda Maia religius. Setiap jawabannya tak terlepas dari sabar, tawakal, pasrah, ridha, ikhlas, dll. (Lebih lengkapnya ditonton yaa soalnya kalau dibahas di sini bisa makin panjang). Tapi, intinya yang barusan segala dikembalikan pada yang Maha Kuasa. Allah swt.


3. Jawaban Lucu Rafatar Saat Ditanya Tidak Suka Shooting oleh Mama Nagita!! Part 2


Ini modelnya ala-ala reaction lagu gitu. Tapi, di sini yang direach adalah podcast Kak Gigi. Pada suka nonton reaction gak? Hehe kerennya di sini Kak Poppy membahasnya betul-betul dari Ilmu Psikologi yang menjadi konpetensinya. Plus micro ekspression, dll juga.

Di vidio ini, kita bisa belajar banyak hal terkait komunikasi antara ibu dan anak. Bagaiman menjadi pendengar yang baik, dsb.


Salut banget sama Kak Gigi, sabar gitu. Dan Rafatarnya juga gemeshiin. Ahahahah jadi ketularan sama apa yang disampaikan Kak Poppy deh hehehe.


4. Dul Jaelany Sejak Kecil Memang Beda, Menurut Psikolog Poppy Amalya Dul Jenius di Bidangnya (Part 1)

Nah, tak kalah viral dengan ayah ibunya. Dul Jaelany akhir-akhir ini up setelah momen di Indonesian idol bersama Tiara Andini. Hehe, akupun mengikutinya dan seneng baru akhir-akihir ini. Wah, alhamdulillah Dul sekarang jadi pribadi yang bahkan lebih dewasa dari seusianya.


Dari perbincangan antara Kak Poppy dengan Dul, semakin terlihat kalau Dul ini orang yang unik, berpikir mendalam dan ada fun fact loo, bahwa Dul lingkaran pertemanannya didominasi usia 30-an sampai 40-an ke sana. Hmm pantes aja yaa dewasa. Lingkungan memang mempengaruhi pembentukankepribadian kita selain dari keturunan-keluarga.


Dari vidio ini, aku sendiri merasa terbuka wawasan. Pasalnya cita-cita, impian, bahagia setiap pribadi punya definisinya sendiri-sendiri. Dan definisi inilah yang menjadi belief dalam diri kita. Lalu belief mendeliver diri kita terhadap apa yang kita rasakan saat ini maupun ke depannya.


Jadi jangan main-main dengan definisi atau pemaknaan kita terhadap sesuatu.

Abis nonton itu, aku jadi merenung. Cita-cita menurutku apa sih? Impian itu gimana sih? Lalu, definisi bahagia itu seperti apa?(Tentu versi kita sendiri karena kita yang merasakan dan menjalankan)


5. Part 2: Dul Jaelani Memilih Siapa Ya? Tiara, Tissa, atau Amanda Caesa!!!

Nah, ini balik lagi ke pembahasan relationship niii. Karena kita mencari-memilih partner hidup dipengaruhi oleh role model yang kita ambil. Seperti Dul, benar-benar pure melihat sosok bundanya dengan luar biasa. Bahkan, menyebutnya "malaikat yang terlihat" cukup lihat senyumnya aja udah menguatkan. Makanya, Dul terang-terangan bilang mencari sosok pendamping yang mirip atau yang punya karakter-kepribadian bundanya gitu. Berkali-kali bilang, "yang mengayomi". Lucu banget dan seru part ini, so sweet juga lagi.


Oh iya selain membahas itu, Kak Poppy menanyakan juga seperti apa Dul melihat sosok ayahnya. Katanya, ayahnya adalah leadership. Dan itu yang ia adopsi di kehidupannya.


Mmm, ada masih fokus gak? Judul tulisan ini kan, "dibuat nangis" ya? Nah, di titik inilah aku menangiisss uuuuuu. Kenapa? Karena merenungi pernyataan Kak Poppy Amalya yang pada intinya.


Figur ibu mempengaruhi-membentuk bagaimana emosi kita. Karena sejak pertama dilahirkan, bayi dipangku ke bagian dada kiri, ke jantung oleh ibunya. Sementara ayah, mempengaruhi-membetuk bagaimana kepercayaan diri kita. Langkah kita.


Huft, yaa ampun. Baca ini langsung keteteran ngusap air mata hehehe. Yaa benar banget diri kita saat ini adalah hasil dari diri kita kemarin. Yang secara langsung maupun tidak langsung mengadopsi sifat-sifat dari orang-orang di sekeliling kita.


Selain ini, satu lagi yang bikin aku nangis adalah ketika di nomor 4 Dul menjelaskan definisi bahagianya. Yaitu, dia bahagia saat membuat orang di sekelilingnya bahagia. Karena saat ia fokus terhadap dirinya saja, ia malah kehilangan kebahagiaan. Hal sederhana saat adiknya tertawa, adiknya nyeret-nyeret pengen main bareng itu membuat ia bahagia.


Di akhir, Kak Poppy bilang "Dul, kamu itu butuh rasa berharga, butuh diterima."


Otomatis, aku mengaitkan pernyataan akhir itu, sama diri sendiri dan orang terdekat. Orang yang paling dekat. Bagaimana kita bahagia, atau di titik tertentu kita melemah. Kita melting sama perlakuan orang.


Ada banyak hal yang kukagumi dari sosoknya, hingga rasa sayang dan segala macamnya timbul. Namun, satu momen yang paling tak terlupakan adalah saat di situasi tertentu aku bingung terhadap sebuah persoalan. Aku seakan berada di posisi yang serba salah. Bahkan merasa disalahkan. Nah, saat hancur-hancurnya ini, (masih ingat jelas) malam itu aku nangis tersedu-sedu. Sementara ia mendengarkan dengan baik, berusaha memahami, mengaitkan dengan hal-hal lain yang pernah terjadi padanya, memberikan pandangan dari banyak sisi. (Memberi pengarahan bahwa coba deh kamu gini, gini, gini). Dan, itu dengan nada yang maniiiis banget. Duuuuh nyeritain ini ampe mau tumpah lagi air mata saking terharunya.


Dan ia, paling mengingatku di momen dimana aku datang ke tempatnya dengan keadaan tertentu dan jarak tertentu. Ha itu membuatnya merasa sangat diistimewakan. Merasa sangat berharga.


Yaa Allah, seperti itulah salah satu cara Allah mempertemukan kita dengan seseorang. Seberapa terjadi gesekan pun, kita mengingat momen mengharukan itu. Dan itu terjadi alami. Lalu, menjaganya adalah bagian dari menjaga diri kita sendiri. Jangan ego terhadap keinginan kita tanpa melihat lawan bicara kita. Karena rasa bisa pudar bahkan perlahan hilang dengan tidak dipedulikan atau diabaikan.

***

Oke, panjang banget yaaa cerita kali ini hihi (maafkan). Ini ditulis sebagai bagian dari pembelajaran juga, biar semakin ingat poin-poinnya. Biar gak lupa untuk terus memperbaiki diri saat ini dan ke depannya.


Itulah sedikit ceritaku dibuat nangis malam tadi sama Kak Poppy Amalya. Terakhir,


Dalam belajar kita tak boleh terpaku oleh satu metode saja. Apalagi kalau kita tahu metode itu kurang tepat untuk kita. Cari nyamannya kita belajar dengan cara apa supaya kita gak bosan untuk belajar, belajar, dan terus belajar.


Terima Kasih untuk orang baik yang bersedia bercengkerama di sini.


Sampai jumpa lagi~


Maria Ulfah
Seorang partner belajar dan bloger. Sangat menyukai psikologi, motivasi, & pengembangan diri, juga sering bergelut dengan hati. Baru-baru ini menjadi kontributor antologi cerpen "Mengeja Patah, Merangkai Hati."

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email